Macam-Macam Tes Ajaib, di Sini Tempatnya!

Rabu, 09 Juli 2014

Cerita Riddle Horror Vol. 3


Assalamualaikum..

The Riddler (Batman Villain)


Menanggapi riddle ane di vol 1 dan vol 2,

Rasa-rasanya dosa besar nih ane kalo nggak update lagi. Hehe. Maka dari itulah, alhamdulillah banget, otak ane masih diberi kesempatan untuk ngelanjutin cerita riddle lagi. :D

Seperti di vol 2 yang tergolong singkat-singkat, ane jadi kepikiran : Kenapa setiap volume nggak dijadiin edisi khusus aja ya??

Nah, karena itulah ane putusin riddle kali ini adalah edisi khusus :

Riddle Horror... 


:# :# :#

Tanpa suspect and victim, penbunuh atau dibunuh, tanpa teka-teki kehilangan nyawa. Kalian tinggal cari aja fakta sebanyak-banyaknya dalam cerita-cerita ini.

Bebaskanlah pikiranmu, jangan terpaku pada kunci jawaban penulis, Tebaklah sesuai imajinasi. Kenapa? Karena memang untuk itulah cerita riddle dibuat. Huahahahahaha. #ketawajahat

Nah, makanya jangan diem aja ya. Barangkali imajinasi kalian lebih liar dari gue misalnya. Syukur-syukur bisa sekalian bikin dan silaturahmi kan.. :@

O iya, terakhir, bacanya malem-malem aja ya biar greget. :O

Oke, kalo gitu thanks for coming and silahkan membaca.. ;)


Perpustakaan Tua:
Soal:
Temukan beberapa fakta!



Mahasiswa zaman sekarang, biasanya jarang sekali mengunjungi perpustakaan. Termasuk aku ini. Yeah, kalau bukan karena dosen gila itu, kelihatannya membuat makalah tak akan seribet ini deh. Tinggal copas-copas saja dari internet, selesai sudah.

Ah, sudahlah. Toh sekarang aku sudah berada di perpustakaan kota. Sekali-kali menikmati suasana perpus tua yang sepi ini, tak apalah.

Saking nikmatinya, tak terasa sudah jam 20.30. Perpus akan tutup setengah jam lagi dan aku belum menemukan apa yang kucari. Kutipan pidato awal kepemimpinan presiden Putin untuk melengkapi makalahku, belum ketemu sejak 2 jam lalu. Bagus, bisa mati aku besok.

Padahal, buku-buku tentang sejarah Rusia hanya ada di satu rak. Dibelakangnya ada lorong panjang kosong tempat buku-buku sejarah negara lain tergeletak. Yang menyebalkan adalah, buku-buku mengenai presiden, semuanya ada di rak paling atas. Sial, aku harus menggunakan tangga kecil untuk mencapainya.

Hanya ada satu tangga kecil di setiap lorong. Untungnya di lorong buku sejarah negara ini, hanya ada aku sendirian. Mudah saja tangga kecil ini ku kuasai.

Eh iya, ngomong-ngomong, ternyata di ruangan ini hanya tinggal beberapa orang yang tersisa. Aku, cewek dengan seragam sekolah kesehatan dan mas-mas muda yang kelihatannya sudah S2. Ditemani suara horor dari kipas angin putar yang kadang menggemeretak keras. “Trak.. trak.. tratatatatak..,” Selanjutnya, kembali sepi senyap.

Ah, akhirnya selesai juga. Aku kira akan ada kejadian aneh di perpustakaan yang katanya angker ini. Hanya saja, waktu mengembalikan buku-buku sejarah presiden di rak.......... Shit!!

Muncul wajah seorang nenek-nenek tua dari balik rak buku. Dengan senyum ramah dan mata yang hanya kelihatan segaris. Sial, hampir mati kaget aku dibuatnya!

Dengan canggung aku-pun menundukan kepala tanda hormat, dia masih tersenyum. Kelihatannya dia sedang mengembalikan buku-buku yang berserakan di lantai.

Kemudian ada mas-mas di loket peminjaman yang masih bekerja sendirian sampai malam begini. Hebat sekali dia, batinku.


“Malem bener mas?,” katanya ramah.

“Iya, tugas kuliah buat besok mas. Hehe,” jawabku enteng.

“Oh, nggapapa mas. Kami malah seneng kok kalo ada yang belajar sampai malam begini,” ujarnya.


Kami? Oh, kukira petugas lain sudah pulang duluan, batinku lirih.

Alhasil, akupun meninggalkan perpus dengan tenang. Bukunya ketemu, selesailah tugasku besok. Tapi yang membuatku merinding, kenapa setelah aku keluar dengan motorku, semua lampu perpus langsung mati??

Ceklek.. ceklek.. ceklek!!!

Dari jalan raya, akupun hanya bisa bergumam, “Kayaknya aku orang terakhir yang keluar ya?,”





Basket Kepala:
Soal:
Masuk 3 points ya?



Basket sudah menjadi rutinitasku belakangan ini. Aku sudah menggelutinya sejak awal-awal masuk SMP dulu, 4 tahun lalu.

Aku adalah bagian dari tim inti di SMA ku. Beberapa bulan kedepan, kami akan ikut dalam kejuaraan nasional. Well, kau akan tau sesibuk apa kami dibuatnya nanti.

Malam ini kami akan latihan lagi untuk persiapan menjelang Jurnas. Tapi sesampainya di lapangan, sial, ternyata yang datang hanya sedikit sekali. Hanya ada 6 orang disana, termasuk aku. Gila! Mereka sebenarnya niat nggak sih?

“Katanya sih pada nggak berangkat gara-gara takut. Ada gosip beredar, disini habis buat pertengkaran antar preman kampung. Gue juga ngga tau sih, masak preman bentrok di dalem sekolah ya? Ya kan?,” kata senior sekaligus kapten tim kami, Atang.

Yah, mau mereka tak datang kek, mau sakit kek, mau takut kek. Toh semuanya sama saja di setiap latihan. Selalu aku yang mendorong keranjang bola dan menyala-nyalakan lampu. Bedanya, kali ini kita hanya latihan di satu ring karena sepi.

Hey.. hey.. hey.. Jangan mengejek ya. Walaupun aku paling junior dan paling disuruh-suruh di tim inti, aku tak pernah bolos dari starting 5 lho. Aku shooting guard utama di tim, bahkan terbaik di tingkat nasional.

Hey.. hey.. hey.. Masih tak percaya? Kalau begitu kau harus melihatku bermain. Percayalah, setiap aku akan menembak 3 points, pastikan bahwa cewek-cewek di sekitarmu itu berteriak, “Arial..!!! Arial..!!!” dengan heboh. Kau akan iri nanti.


Entahlah, wajahku memang standard, tapi kata mereka, gaya-ku lah yang terlihat keren. Bagaimana aku menembak dan berbalik badan sebelum bola masuk ke ring, dimata mereka adalah gaya yang paling cool.

Tadinya sih gaya itu memang tak kusengaja. Tim ini terkenal dengan pertahanannya yang sangat kuat. Alhasil, aku sudah harus kembali dengan cepat sehabis menembak. Terciptalah gaya ‘cuek’ ini.

Nah, kesan cuek yang mendasar itulah yang membuat mereka –cewek-cewek– semakin liar. Apalagi kalau tembakanku itu clean shoot yang mulus. Wow, mereka pasti berteriak keras. Akhirnya, aku jadi ketagihan bergaya sehabis melakukan shooting.

Itu juga kulakukan setiap aku latihan. Caranya gampang. Hanya berdiri di belakang garis 3 points di belakang teman-teman, mengambil satu bola dari keranjang bola, membayangkan cewek-cewek berteriak, “Arial..!!! Arial..!!!” dengan heboh, kemudian mulai shoot.


“Hei. Ini kenapa ada clurit di tengah lapangan!!” teriak Atang mengagetkan. Ah, tak usah dihiraukan, Atang memang sering marah-marah begitu.


Seorang shooter yang baik pasti tahu bolanya itu akan masuk atau tidak. Kali ini masuk. Yah, walaupun hanya latihan, tapi instingku ini sudah terlatih setara pertandingan final. Yang harus dilakukan tinggal berbalik, melebarkan tangan, lalu......


“Waaaaaa..,” jerit teman-teman berlarian dari arah belakangku.

“Aaaaaaaaaa.” Mereka berlarian keluar lapangan, keluar sekolah, ke tempat terang. Sial, aku hanya bisa latah saja mengikuti mereka.


“Hoeek..,” beberapa temanku muntah-muntah setelah sampai jalan raya.


“Heh, ngapain sih lari-lari,” tanyaku megap-megap.

“Ta..tadi waktu kita main, a..ada kepala terbang yal,” kata Andi.

“Ah. Kepala apa??”

“Kepala orang... Masuk ke ring dengan sempurna. Begitu sampai lantai, darahnya muncrat kemana-mana!!!,” kata Atang.


Setelah itu, aku hanya bisa melihat tanganku. Ada semacam noda lengket disana.

Kemudian yang kuingat setelahnya hanyalah gelap. Aku pingsan.





Pinjam punyamu:
Soal:
Kira-kira apa yang mau dipinjam?



Namanya Jupri, berlari tergopoh-gopoh menuju depan kos Trias.

Tok.. tok.. tok..

“Yas..!! hoy, yas..!! Lo di dalem kan? Yas.. Buka yas..,”

Jupri mengetok-ketok pintu dengan keras, tapi kemudian berhenti dan mematung. Pikirannya melayang pada mimpinya tadi malam.


“Ada apa sih jup teriak-teriak,” ucap seseorang dari balik pintu.

Tak lama setelahnya, pintu terbuka dan wajah Trias menyembul dari balik pintu. “Ganggu orang tidur aja,” tambahnya dengan nada lelah.

“Trias..!!” Tanpa diduga, tiba-tiba Jupri memeluk Trias dengan sekali gerakan. Cepat sekali.

“Syukurlah yas. Gue kira lo udah mati. Tadi malem gue mimpi elo dibacok di kebon timur sampe kepala lo tuh copot yas.. Copot.. Nggelinding..!!!” ucap Jupri nerocos.

“Ah, masa sih?”

“Iya! Dan yang lebih parah lagi apa coba? Gila. Yang nebas lo itu nggak punya kepala yas! Hantu!” potong Jupri dengan nada geregetan.

“Halah, percaya sama mimpi, kapan kau ini bisa realistis juk, juk,” ucap Trias.

“Heh, gue ini peduli sama lo. Harusnya lo berterimakasih dong,” kata Jupri kesal. “Eh, yaudah, ternyata ngga ada apa-apa. Rugi gue kesini. Hehe, gue duluan ya. Hampir telat nih, ada kuliah,” kata Jupri yang memang sudah terkenal suka nerocos ini.

“Lah, tapi lo kok jadi kurusan gini sih yas?” tambah Jupri.

“Ah, perasaanmu aja kalik jup,” jawab Trias sembari memakai sandal, mengantarkan Jupri sampai depan jalan. Mereka berpisah dengan lambaian tangan dari keduanya...


Besoknya, tersiar berita bahwa Trias koma di RSUD. Trias ditemukan di kebon timur dalam keadaan luka parah. Bagian lehernya seperti disilet memutar mengelilingi leher.


“Dit..!!! Keluar dit..!!! Hoy.. Adit..!! Lo di dalem kan??” teriak Jupri sambil menggedor-gedor pintu kosan Adit.

“Dih, apaan sih jup. Pagi-pagi buta gini. Berisik ah,” ucap Adit bersautan dengan suara pintu terbuka.

“Pokoknya gue mau nginep sini!,”

“Heh, ngga usah pake gagap gitu donk. Ada apa sih? Lu tumben amat,” jawab Adit bingung.

“Lo tau kan mimpi gue soal Trias seminggu kemarin? Kali ini gue mimpiin kayak gitu lagi dit. Dan kali ini lo dit! Sama persis! Gila, gue takut serius,” ucap Jupri nerocos seperti biasanya.

“Ah, masa sih?”

“Iya! Pokoknya gue mau jagain lo disini, sampe besok pagi!,” potong Jupri cepat. “Tapi ngomong-ngomong, tumben lo pake jam tangan dit? Eh, ini bukannya jam-nya Trias ya?” tanyanya.

“Iya, gue pinjem kemarin. Berhubung sekarang dia masih di RS, gue pake dulu nggapapa kan?” jawab Adit. “Lagian gue juga mau pinjem sesuatu sama lu.”

“Hah, pinjem apaan?”

“Udah gampang, entar sore ikut ke kebon timur aja sama gue. Gue mau liat-liat TKP-nya Trias,” kata Adit mengagetkan Jupri.


Maghrib menjelang, mereka memulai perjalanan mereka ke kebon timur. Kebon timur adalah kebun pisang milik haji Rasmin di sebelah timur kampung.

Kata tetua-tetua desa, kebon ini dulunya dipakai untuk membuang mayat-mayat korban penyiksaan 1965. Makanya, sampai sekarang belum ada developer yang berani membangun perumahan di kebon timur.


“Dit, i...ini sama persis kayak tempat di mimpi gue dit,” ucap Jupri memecah kesunyian malam.

“Iya, tadinya gue juga nggak percaya jup......”

“Tapi setelah lu dateng lagi, gue jadi percaya. Ternyata lu emang pemimpi yang hebat......” kata Adit membalikkan badan menatap Jupri.


Entah kenapa, tubuh Jupri kaku, tangan kakinya lemas, pikirannya terbawa di tempat yang telah dia pijak 2 kali dalam mimpi kemarin. Ya, di tempat dia berdiri sekarang.

Dukk..!!

Gerakan mengagetkan terjadi. Adit mengeluarkan kapak dari tanah yang dia injak. Tapi itu biasa saja, bukan itu gerakan yang mengagetkan.

Kepala Adit yang mulai berdiri tiba-tiba terjatuh ke samping. Bunyi “duk” yang menyakitkan terdengar. Yang tersisa kini tinggal tubuh tanpa kepala yang berdiri tegak menghempas-hempaskan bokong kapak ke tangannya.

“Jup..” kata Adit. Lebih tepatnya kepala Adit.

“Gue boleh minjem sesuatu kan????”




*jawaban vol. 3 ada di sini

*vol. 4 (Riddle Psikopat) di sini



Kamis, 01 Mei 2014

Menghargai Penciptaan Buku (Resensi buku: The Professor and The Madman)




Assalamualaikum..

Menghargai Penciptaan Buku (Resensi buku: The Professor and The Madman)
The Professor and The Madman (Sumber: Ajaibbinladden)

Judul : The Professor and the Madman: A Tale of Murder, Insanity, and the Making of the Oxford English Dictionary
Diterjemahkan dari : The Professor and the Madman, HarperPerennial, New York, 1999
Penulis: Simon Winchester
Penerjemah: Bern Hidayat
Penerbit: Serambi, Januari 2007
Halaman: 341
ISBN: 979-1112-53-3


Pada zaman dimana para ahli sains bertanya-tanya apa itu biru atau kuning? Zaman dimana para musisi bersepakat bagaimana bunyi C minor dan C mayor, 

“Hey, kenapa bahasa nasional tidak diberi martabat setara dengan standar-standar lain!,” itulah pemikiran tokoh-tokoh sastrawan Inggris, memaksa sebuah standar bahasa Inggris perlu didefinisikan dan dipatenkan. Inggris perlu panduan tata bahasa. Ya, inilah latar belakang pembuatan kamus di Britania Raya abad 17 dan 18. ;)

Spirit ambisi kesempurnaan dan ke’nekat’an mereka ternyata sampai pada tahun 1857. Orang-orang perfectionis keras kepala di era Victoria telah merencanakan konsep yang benar-benar baru. Menyajikan ‘kata-kata’ bahasa Inggris secara keseluruhan dan kompleks, lengkap dengan sejarahnya. Konsep simpel (tapi gila) ber-nama ‘kamus besar’ yang sekarang kita kenal dengan nama “Oxford English Dictionary” (OED).


Menghargai Penciptaan Buku (Resensi buku: The Professor and The Madman)   OED
OED edisi pertama (Sumber: Internet)

12 jilid OED (satu jilidnya saja setebal batu nisan), yang memakan waktu pembuatan selama 70 tahun, adalah legenda sampai saat ini. Bahkan selalu menjadi kutipan dan acuan yang berbunyi, “menurut OED ....” di parlemen, sidang pengadilan, sekolah, perkuliahan, dan penggunaan bahasa Inggris di seluruh penjuru dunia. 

Mungkin dari kalian sudah banyak yang tau tentang OED, bahkan memakainya. Tapi apa kalian tau fakta bahwa editor kepala OED, ternyata tak pernah lulus sekolah? Atau kontributor paling aktif OED, ternyata adalah penghuni Rumah Sakit Jiwa? Dan bagaimana persahabatan mereka lewat pengabdiannya pada ‘kata-kata’ sampai maut menjemput mereka? Itulah dongeng yang akan kita dapat setelah membaca The Professor and The Madman.

 Ya, buku ini mengisahkan tentang dua orang yang tadinya sama sekali berbeda nasibnya, tapi menjadi sahabat abadi setelah terjun dan mengabdikan diri mereka pada penciptaan OED.


Menghargai Penciptaan Buku (Resensi buku: The Professor and The Madman)   James Murray
James Murray (Sumber: Internet)

Perjalanan hidup James Augustus Henry Murray (The Professor), putus sekolah di usia 14 tahun karena melarat. Orang tuanya hanyalah penjahit dan pedagang kain. Tapi ketertarikannya pada filologi dan semangat belajarnya yang tak pernah putus, bisa mengantarnya menjadi anggota Philological Society. Wow, sebuah prestasi yang hebat sebagai pemuda yang tak pernah mengenyam bangku kuliah (zaman itu, 14 tahun bahkan belum lulus SD).

Menghargai Penciptaan Buku (Resensi buku: The Professor and The Madman)   Editor OED
Rumah James Murray sekarang (Sumber: Internet)

 Tak disangka, prestasi hebat yang ditunjukkan Sir James membuatnya terpilih menjadi editor kepala proyek gila bernama Oxford English Dictionary. Juga membawa perkenalannya dengan pria sinting dalam sel RSJ, (The Madman) dr. William Chester Minor.


Menghargai Penciptaan Buku (Resensi buku: The Professor and The Madman)   W.C Minor
W.C Minor (Sumber: Internet)

Berbeda dengan James Murray yang bisa dibilang kurang beruntung dalam pendidikan, W.C Minor adalah lulusan kedokteran Yale University. Naasnya, setelah lulus ia malah melamar menjadi personil medis Union Army sampai mengikuti perang di Wilderness. Disanalah ia mendapatkan kegilaannya. :#


Point of interest buku ini pun sebenarnya banyak mengambil sisi-sisi manusiawi dari W.C Minor. Penulis buku ini (Simon Winchester) melengkapi isi bukunya dengan penelitian dan riset mendalam tentang kehidupan pribadi W.C Minor. Kekagumannya juga terlihat dari foto Minor yang sengaja terpampang pada sampul bukunya.

Tentang masa remaja Minor yang membuatnya jadi mudah ‘terangsang’, tragedi di Wilderness yang menyebabkan trauma dan skizofrenia parah pada diri Minor, sampai pada pembunuhan yang dilakukannya. Minor menembak kepala George Merret di Lambeth, Inggris, itupun tanpa sengaja. Skizofrenia mengantarnya pada halusinasi parah untuk mempertahankan diri. Sampai mengantarnya ke balik dinding sel RSJ Broadmoore, Inggris.

Tak disangka-sangka, justru itulah awal dari pertemuan Murray dan Minor. Dalam brosur yang disebar-sebar Murray di setiap cetakan buku, ia menjelaskan bahwa tim OED sedang butuh kontributor. Tugasnya hanya membaca, mengutip kata dan mendefinisikan kata dalam buku, kemudian mengirimkannya ke redaksi OED.

Tentu saja itu adalah pekerjaan menarik bagi orang yang punya banyak waktu senggang, atau orang gila terpelajar yang punya perpustakaan sendiri di dalam sel penjara-nya. Ya, inilah awal keterlibatan nyata Minor pada penciptaan OED, sampai namanya tercantum sebagai kontributor ter-aktif di halaman depan Oxford English Dictionary.

Menghargai Penciptaan Buku (Resensi buku: The Professor and The Madman)  dr. W.C Minor
Makam W.C Minor :s (Sumber: Internet)

Menurut saya, yang paling menarik dari buku ini justru terdapat pada si penulis, Simon Winchester. Mungkin karena basis Simon adalah seorang wartawan (mirip saya.. ehm.. ehm.. hehe), Simon mampu merangkai fakta-fakta yang ditelitinya menjadi sebuah cerita yang sangat asik.

Dari latar belakang penciptaan OED, kehidupan Inggris era Victoria, hubungan-hubungan OED pada peristiwa lain, kehidupan pribadi Murray dan Minor hingga maut menjemput mereka, sampai OED dirampungkan setelah 70 tahun. Membuat pembaca buku ini pasti ikut tersentuh atas kerja keras dan pengorbanan tim penyusun OED. Keren badai lah pokoknya.!!

Menghargai Penciptaan Buku (Resensi buku: The Professor and The Madman)   OED
OED sekarang (sumber: Internet)

Sedangkan kekurangan buku ini menurut saya pribadi adalah ketidak-jelasan genre. Kabarnya versi asli buku ini adalah non-fiksi, tapi entah kenapa versi terjemahannya malah dipelesetkan seperti novel. Yah, walaupun nggak kayak aslinya, tetep asik-asik aja sih. ;)

Apalagi setelah baca buku ini, kita jadi tau betapa susahnya sebuah buku itu bisa tercipta. Pada akhirnya, kita akan jadi lebih menghargai karya orang. Syukur-syukur menjauhkan kita dari tindakan plagiasi. :t

Yap, makanya rating saya : 4.5 of 5 stars buat The Professor and The Madman :@


Atur Nuhun.. Apa? Kamu mau baca juga :D silahkan komeng kalo gitu.. :O 



Minggu, 30 Maret 2014

Cara Membuat Widget Blog Top 9 Sosial Media


Assalamualaikum..


Seiring berjalannya waktu, sosial media dewasa ini sudah menjadi kebutuhan. Bayangkan men, "kebutuhan". Jadi menurut sebagian orang, mungkin sosial media sudah dianggap setingkat dengan bernafas, makan, berkedip ataupun beol. #skip #pembukaanyanggagal :D


So, ane sebagai seorang blogger juga sadar, peran sosmed itu penting. Misalnya untuk sekadar berteman, area promosi atau fan page.

Nah, maka dari itu, kali ini ane mau bagi-bagi widget top 9 sosial media yang kece abis buat kamu para blogger. GRATIS...!!!!! Home made, bikinan ane sendiri.. Ngahahahaha.. <<< *sengaja ditegesin, padahal ngga penting sih..* :o

Top 9 social media sosmed
Top 9 Social Media

Kenapa ada 9 ?? Ya, mungkin emang 9 ini yang lagi populer dan banyak penggunanya. Ngga tau juga sih kalo udah ganti lagi. Ya, namanya juga susah move on.. #skip #abaikan :v


Okelah, daripada kelamaan, silahkan langsung copas atau download aja >>>


Demo :


Float up : disini.




Float left : disini.



Lalu paste di "Tambah html/Javascript" di gadget blog kamu.

Bisa buat sekadar promosi akun, nambah teman, fan page, atau buat keren-kerenan.. Serbaguna kan..

Silahkan dimodif atau edit-edit sendiri sob. Misalnya position, warna border, text, efek hover-nya, atau atribut lain.

O iya. Jangan lupa juga ganti kodenya pada atribut href :"https://www.faceb.......... (dan seterusnya) dan arahkan ke jejaring sosialmu sendiri ya. Ngga lucu banget kalo sampe nyasar ke link lain.

Ane pemula, justru ane malah seneng kalo kalian bisa lebih bagus, komen, lalu pamer ke sini. Lumayan kan, sama-sama tambah ilmu.. ;) hehe


sosial media top 9
Penampakan



Yup, oke guys, sekian dulu.. Silahkan liat penampakannya.. Ane pasang di blog ini juga kok..

Sebentar lagi juga insyaAllah ane update lagi yang vertikal atau dengan ukuran yang lebih kecil..

Silahkan komen atau request kalo berkenan.. Maklum, pemalas kayak ane ini emang harus dikasih pancing dulu biar mau gerak.. :O


Gubay..!!! See ya..!!!



Kamis, 06 Februari 2014

Membuat "Pemberi Makan Ikan Jarak Jauh" Sendiri


Assalamualaikum..

Kali ini berasal dari pegalaman tentang peliharaan adek gue. Namanya Billy atau biasa dipanggil Mr. Bill. (padahal mana tau dia laki apa perempuan). Katanya adekku peliharaan ini bisa bikin hoki. Apa? Tuyul? Bukan, bukan tuyul juga sih. :O Daripada salah paham, ini nih penampakannya. :D


Mr. Bill Ikan
Mr. Bill


Nah, jadi waktu itu emang biasa aja. Ngasih makan, nguras air, bersihin eek-nya, atau saat ngasih temen buat dia, beli ikan baru, mereka berantem, dan Bill menang dengan sekali sentuhan. Ya, gile bener. Gue jadi mikir, ni ikan jangan-jangan peserta The hunger games nih.. :f

Tapi setelah ane sekeluarga pergi keluar kota selama 2 hari, masalah pun dimulai. Nah, cara makanin-nya gimana hayo? Untunglah, ikan berjiwa gladiator ini memang kuat. Walaupun pas ane pulang dia lemes sampe nggak kuat gerak. Kasian. :(

Nah, untuk itulah saya merancang alat Ajaib ini.. #applause :O


Oke, daripada kelamaan mendingan ane kasih dulu prinsip kerja singkat alat ini.

Alat & Bahan :

- Kabel panjang
- Saklar kecil (kecil aja, punya gue termasuknya besar itu.. Iye, alay emang)
- Resistor 1 Ohm
- Relay 6 VDC atau yang mendekati
- Battery 9V dan motor DC 9V (Ini gue juga alay sih, pake 2 batre AA sama dinamo tamiya juga bisa :O)
- Telepon Rumah
- Solder, gunting, solatip, dll

Prinsip dasar :

pemberi makan ikan jarak jauh
Prinsip kerja

Kenapa semi-otomatis?? Karena alat ini harus ada pemicunya. Jadi emang ngga pake semacam timer atau barang2 ribet sejenisnya. Praktis, hanya dengan 20rb rupiah, anda sudah bisa mendapatkannya di rumah anda. ;) (-___- kenapa jadi klinik tom-pang gini sih..)

Pemicunya adalah dering telepon rumah. Saat telepon berdering, arus dari speaker yang kita alihkan tadi jadi mengaktifkan relay, dan kontaknya jadi saklar otomatis untuk menyambung battery ke dinamo supaya berputar. Simple. ;)

Rangkaian :

rangkaian pemberi makan ikan jarak jauh
Rangkaian

Langkah Kerja :

Sambungan input



Pemasangan. Pake sterofoam :O maklum, ngga kuat beli pcb

Semi-automatic fish feeder machine pemberi makan ikan jarak jauh
Pemasangan


Jadi kalo mau ngasih makan ikan dari jarak jauh, tinggal telepon rumah. Kenyang deh tu ikan. Ngahahahaha #puas. :O Eh, tapi ati-ati juga ya, kali-kali aja waktu kita pergi teleponnya ada yang ngangkat. :#


Nah, udah jelas?? Yah, tanya-tanya dikit boleh lah. Tapi belum afdol rasanya kalo belum jujur tentang kekurangan dan kelebihan alat ini. Check this out..


Kelebihan

* Jarak seberapa jauh juga ngga masalah. Yang penting lo punya pulsa.
* Alat Murah. Lagipula tanpa perawatan ribet kayak alat pabrikan-pabrikan.
* Kepuasan batin. Ngahahahaha.. :O

Kekurangan

* Kalo di-ON-in, dering telepon jadi lemah. (arusnya kesedot relay, makanya kalo ngga dipake mending          dimatiin.)
* Makanan ikan hanya sebatas tutup botol.


Itu tadi kelebian dan kekurangannya. Mau liat penampakan lain? Ada nih videonya. :D cekidot






Nah, itulah alat ajaib buat Mr. Bill. Doain aja ye, semoga di lain waktu ane masih sempet nge-share soal alat-alat ajaib lain.. :$

Babay semua. Yuk mari.. ;)



Sabtu, 01 Februari 2014

Cerita Genre : Riddle Detective vol. 2


Assalamualaikum..

Yap, volume 2 buat cerita riddle di ajaibbinladden ini. Ngahahahaha, udah kayak ajang pencari bakat aja yak, ada season 2 segala. :O

Tapi intinya bukan itu, bukan. Yang pasti ini masih cerita-cerita khas ane dengan angle kronologic trap dan conversation psikologic trick. << (ini apaan lagi -___-)

Yah, pokoknya khas saya deh.. :D #gayabet #pedelohjis

Loh, setiap orang kan harus punya gaya sob.. Ane juga pengen kaya suhu-suhu yang udah berkarakter kuat gitu. :$

O iya, satu lagi. Tolong jawab ya, plis. Buat pertimbangan nih. Ini pertanyaannya...



Kalo punya hipotesis peristiwa nyata, belum kuat sih.
Tapi nemu trik-nya.
Enak dibuat cerita samar atau dijelasin di sebuah forum heboh ya?


Nah, udah, itu aja :D Mukucih eaahh.. O iya, kali ini ketiganya punya persamaan. Ketiganya punya kronologis tersembunyi. Temukan ya..

Oke, get ready?!?! Langsung aja ke tkp.. ;) here is.....



Mobil Baru:




Perampok:




Pembunuhan dalam mobil:







*jawaban cerita riddle volume 2 ada di sini..
*vol. 3 ada di sini
*vol. 4 ada di sini




Jumat, 10 Januari 2014

Cerita Riddle, Thriller dan Detektif

Assalamu'alaikum..

Semua orang pasti mempunyai aura sadis dalam dirinya. Termasuk gue. Hehehe. Dari dulu, aura imajinasi berdarah dingin gue ini sebenarnya sudah mengalir deras di kepala. Seperti pembicaraan lalu di The Untold Story, gue sebenernya punya passion juga di dunia truth seeker gitu. :x Hehe, tapi masalahnya, gue nggak tau harus disalurin kemana. Masa iya ke temen-temen di sekolah? Bisa disumpahin jomblo sampe lulus sekolah lo entar.. #kisahnyata #abaikan

Nah, sampai akhirnya @pandhuseto lah yang mengenalkan gue pada cerita riddle. Awalnya? Dari kaskus tentunya. Hehe :D Yeeeeyyy... #kaskus #proudofIndonesia :t

Pertamanya, gue juga nggak "ngeh" sama beberapa cerita. Tapi setelah dicermati dan dinalar, hasilnya bisa dibayangkan. Cerita riddle ternyata bikin merinding, kadang bergidik, kadang jadi parno sendiri, kadang bikin lemes, pokoknya berjuta rasa deh, kayak iklan permen.

Maka dari itulah saudara-saudara, gue memutuskan untuk menyalurkan diri dulu di riddle-riddle dan detective story karya gue yang sangat minimalis ini. Hehe. Eit, tapi nggak semua aliran juga ya. Yang pasti, gue paling ngga suka sama yang berjenis "kode" ataupun "dying message". Ya, menurut gue nggak efektif aja gitu pake segala ribet-ribet buat nulis pesan. Iya kalo korban nyang bikin, kalo pelakunya sengaja? hayo? :f

Bukannya apa-apa sih, tapi gue menghormati kok. Yang penting profesional aja dengan aliran-aliran kita. ;)

Dibawah ini adalah cerita-cerita yang gue jadiin status FB. Gue yakin cerita-cerita riddle ini masih "sangat banyak sekali" kekurangan, jadi mohon maaf kalo tidak bisa memuaskan hasrat analisis anda. ;)

O iya, dan khusus di blog ini, insyaAllah bakal update terus sampe inspirasi ini semakin tumpeh-tumpeh. :D hehehe. Yuk mari....


Pemanasan :D:

Soal:
Tentu saja temukan pembunuhnya.. Simple. Hehe.
cerita-riddle-singkat-pemanasan



Lebih gila dari orang gila:

Soal:
Cari siapa yang lebih gila, kalo bisa dengan kronologisnya ya... ;)
cerita-riddle-detektif



Old Time Old Pain:

Soal:
Cari tau ada apa dibalik ini, motif dan kalo bisa tau kronologis dibalik motif ini juga persis seperti yang saya bayangkan... Psikopat-psikopat dah lo.. Hahaha
cerita-riddle-psikopat



Thriller Night:

Soal:
Ini Thriller perdana saya. Hehe. Soalnya, cari tau ada kejahatan apa dibalik ini semua. Udah, gitu aja kok. Hahaha
Sekarang tepat pukul 10 p.m dan aku masih diatas motor dalam perjalanan menuju rumah. Benar sekali, aku nyasar lagi. -___-. Sebenarnya aku bisa pulang sore tadi. Tapi urusan di rumah temanku ini memang mendadak sekali.

Entah perasaanku saja atau jalanan ini memang gelap sekali. Aku mengambil arah ke kanan di sebuah persimpangan. Dan kalo anda sudah mempunyai banyak pengalaman dalam kesasar, anda pasti berkata, "Sial, kenapa nggak lurus aja tadi ya.". Tapi aku tak berbalik arah. Aku tau tembusan jalan ini pasti sama dengan jalan lurus tadi. Sudah kubilang kan, insting dan pengalamanku dalam nyasar-menyasar memang sudah terasah. #halah

Sesaat, pekarangan dan sawah di sepanjang kanan jalan dan sepi yang menyekap membuatku sedikit takut. Bagaimana tidak, kampung ini seperti terisolasi, rumah-rumah disini pun terlihat tua. Tapi rasa takut ini menjadi sedikit berkurang setelah melihat ada anjing di depan yang berjalan searah denganku.

Dia mengendus-endus, lalu berbelok ke arah gallery seni yang agak mencolok. Aku mendadak dibuatnya kaget, anjing ini terus menggonggong keras ke arah kaca gallery. Aneh, dia menggonggong ke arah patung-patng lilin. Tapi yang lebih mengagetkan lagi, ketika kami sudah agak dekat, aku melihat langsung suatu hal yang tak pernah kulihat. Seorang wanita keluar dari gallery dan langsung menancapkan pisau ke leher anjing ini. "Wanjirrr.", bulu kudukku merinding. Kami sempat bertatapan. Rambutnya yang berantakan memang sedikit menutup wajahnya. Tapi aku masih bisa melihat matanya, benar-benar tanpa ekspresi. Kosong.....

Tapi belum sempat aku berpikir tentang apa yang terjadi, sekitar 10 meter didepan, aku melihat bapak-bapak yang melambai-lambaikan tangannya padaku. Dia mau nebeng. Berhubung mukanya juga tidak terlalu horror, aku memberanikan diri untuk berhenti.

"Mas, nebeng sampai rumah yang besar itu ya mas.", katanya dengan ramah. Ya, rumah besar itu memang buuuesar sekali. Aku yang berada beberapa ratus meter ini saja bisa melihatnya dengan jelas.

"Oh, monggo pak, silahkan.", dia pun langsung duduk di belakang dengan cepat.

Pikiranku sudah lumayan tenang, suasana mencekam juga sedikit ternetralisir oleh bapak yang ramah ini. Aku pun berinisiatif untuk "kepo" sedikit.

"Itu yang punya gallery siapa pak ??".

"Wah, kebetulan sekali mas, yang di rumah besar itu yang punya gallery mas.", ujarnya santai.

"Oh, dia seniman ya pak ?? Apa punya kerjaan lain ?? Kalo enggak, hebat banget tuh dapet inspirasinya. Haha.", tambahku dengan ekspresif.

Dia tertawa sebentar, "Hahaha, bener mas. Hebat, kamu memang pinter. Bahkan, dengan inspirasi, dia telah memajukan, mengangkat dan memberdayakan kampung ini.".

"Lalu menjualnya di gallery itu ??".

"Bukan cuma itu, serpihan-serpihan inspirasinya pun harganya bisa sangat mahal. Hahaha.", katanya dengan semangat.

Kata-katanya itu membuatku jadi agak takut lagi. Rumah besar itu pun semakin dekat. Aku lalu mengajukan pertanyaan terakhir. "Maaf pak, anda terlalu berbelit-belit, yang saya tanya, apa yang punya rumah gede itu punya pekerjaan lain ??".

Dia diam sebentar dan menjawab dengan nada jengkel. "Dia mantan dokter. Apa kau sudah puas ??".

Aku pun bergidik lagi. Pikiranku, instingku dan gesture tubuhnya yang secara mendadak bergerak, membuatku kaget. Tangannya seperti menggenggam sesuatu, aku bisa melihat sekilas dari spion. Aku panik, jantungku berdegup kencang. Aku pun berinisiatif men-standing-kan motorku sampai seperti pembalap motoGP sampai dia terjatuh. Dia cuma bilang, "Wooiiiii...!!!" tetapi aku terus melaju. Dia cuma terdiam. Aku bisa melihatnya dari spion.

Aku terus "ngacir" dengan kecepatan tinggi sampai lewat depan rumah besar tadi. Saat aku lewat, aku melihat seseorang, dia sedang duduk. Dan saat aku menatapnya, dia berdiri dengan kaget. Disana gelap, wajahnya tidak kelihatan. Tapi mata kita sempat bertemu. Ya, mata keadilan akan tau mana mata yang bersalah dan harus diadili. Sejujur, aku takut. Tapi aku yakin, dia juga merasakan hal yang sama sepertiku.

Speedometer motor ini terus menunjuk angka 90 km/h sampai aku berada di depan rumah. Sekarang sudah pukul 1 p.m dan rasanya aku ingin langsung masuk ke kamar dan tidur. Tapi tak bisa semudah itu. Jantungku berdegup kencang dan pikiranku terguncang. Ya, malam ini benar-benar "kampret".

Besok siangnya, kuputuskan untuk pergi ke gallery itu bersama temanku, Allen. Tentu saja sahabatku ini sudah ku ceritakan panjang lebar tentang kejadian semalam. Sudah kuceritakan pula hasil "searching" ku ke gallery yang lumayan terkenal itu dan kemungkinan-kemungkinanya bahwa patung-patung lilin yang ada disana adalah benda hidup yang dilapisi lilin...!!! Mengerikan.. Ya, seperti di film-film.

Sesampainya di gallery, aku dan Allen memutuskan untuk berpencar. Memang, gallery ini cukup ramai dan lumayan besar untuk ukuran sebuah kampung. Dekorasinya pun lumayan, semuanya juga tertata rapi. Aku sempat mengagumi gallery ini di siang hari ini walaupun di malamnya aku merasa ini seperti gua para penyihir. Tapi kekagumanku sekejap sirna ketika melihat wajah pucat Allen yang mendatangiku, "Zi, ada, di... di sebelah sana.", katanya sambil menunjuk ke arah belakang.

Aku memang menyuruhnya untuk mencari patung anjing berwarna coklat yang kutemui tadi malam, yang ditusuk dengan tanpa dosa oleh seseorang. Dan ternyata, patung seperti itu memang benar-benar ada...!!! Sekarang tepat berada di depan mataku...!!! Nyata...!!! Bisa pingsan aku kalau tidak kuat mental.

Kau pasti tak percaya seberapa cepat jantung kami berdetak. Aku dan Allen saling bertatapan untuk bersama-sama memastikan apa yang ada di pikiran kita. Aku mendekat ke patung anjing ini dan, astaga, ini benar-benar mirip anjing semalam, kecuali kalung besar di lehernya. Tanganku bergetar saat akan menyentuhnya. Begitu menyentuhnya, dinginnya patung ini seperti menyalur sampai otak. Aku berhenti sejenak sambil terus memegangnya. Kupastikan dari dekat, bulu, mata, gusi, rahang, gigi, kemudian aku tersentak dalam hati. "Ini benar-benar lilin...!!!. Bukan, ini pahatan lilin asli.". Ya, aku tau betul apa yang kurasakan.

Mataku dan Allen bertemu lagi. Kali ini dengan lebih tenang. "Ini lilin sungguhan ??? Karya seni ???", katanya lirih. Aku cuma menggeleng sampai aku melihat judul patung ini. -The Annoying Dog Who Finding It's Owner-. Dahiku hanya berkerut, aku bingung dan melihat sekitar sampai menemukan sebuah patung orang naik Vega ZR dengan jaketku, helmku, hei, itu kostumku kemarin malam...!!!

Aku tak tau betapa jengkelnya aku sampai-sampai gusiku ngilu karena terlalu kuat menekan gigi. Aku melihat patung ini dan melihat judulnya. -The Man That Stayed Away From His Destiny-. "** SENSOR **, orang ini sudah gila.", pikirku kacau.

Tapi kekacauan ini mulai sirna dengan banyaknya kepingan-kepingan fakta yang mulai terkumpul. Termasuk patung di samping patung berwujud aku ini. Patung bapak-bapak yang terduduk mengemis. Ya, patung bapak-bapak yang ramah semalam. Tangan kirinya mengadah ke atas dan tangan kanannya menghunus pisau ke uluh hatinya. Eh, sebentar, gesture tubuh ini, ekspresi wajah, dan posisi tangan yang janggal. Tunggu, aku juga sering baca novel detektif, mustahil aku tidak mengetahui hal-hal dasar seperti ini. Dia bukan menghunus pisau, justru dia ingin mencabutnya...!!! Ya, patung ini sangat membuatku ngilu karena benar-benar nyata saat dilihat. Apalagi saat aku melihat judul karya menjijikan ini, aku benar-benar mau muntah. -Failed Man-

Baik, semua sudah cukup. Aku berpikir sebentar, setengah menit saja. Aku memikirkan kejadian semalam, fakta yang ada dan kemungkinan yang mungkin terjadi, aku pun sampai pada suatu kesimpulan. Ya, anda juga pasti sudah menemukannya kan ?? Yang pasti, saat itu aku hanya bisa menelpon polisi kemudian menjerit keras, "Dasar seniman gila..!!!!".


*jawaban Cerita Riddle, Thriller dan Detektif di sini..

*vol 2 (Riddle singkat) di sini

Rabu, 01 Januari 2014

The Untold Story

              Assalamu'alaikum..

           Sebentar lagi tahun baru. Dimana tahun depan, mungkin adalah tahun yang sibuk buat semua orang. Ada pemilu, ada piala dunia, ada pula hal-hal baru lainnya. Semester awal kuliah saya juga hampir usai. Ya, semester satu, semuanya masih gaje banget sumpah. Yang terakhir, umur 18 taun saya pun barusan berakhir. Banyak perubahan yang terjadi, salah satunya, jerawat saya tambah banyak. Hehe. Hey, itu fakta lho.

            Ngomong-ngomong soal fakta, saya jadi inget UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) di kampus yang pengen saya ikutin. Berkutat soal fakta, keadaan, realita dan hal-hal berat lainnya yang bikin kepala puyeng. Ya, pers mahasiswa pastinya, BP2M (Badan Penerbitan dan Pers Mahasiswa) namanya.

            Sekarang, kalo menafsirkan kata-kata saya tadi bahwa UKM inilah yang “pengen saya ikutin”, jelas sekali bahwa saya baru “pengen”. Artinya saya belum masuk, belum jadi anggota. Ya, belum jadi anggota..!! Gila kan, satu semester berlalu, tapi masih berstatus “Calon kru Magang BP2M”, dan belum jadi anggota. Tapi tak mengapa lah. Prosesnya seru, bikin deg-degan. Hehe.

            Pertama kali niat daftar, saya download formulirnya dari internet. Keren kan, bisa dapet dari internet. Hehe. Tanpa pikir panjang, formulirnya langsung saya lihat dan print. Setelah selesai print dan jadi, langsung saya cermati dan ada sesuatu yang membuat saya tertarik. Yaitu “Surat pernyataan tidak akan mengikuti UKM lain selain BP2M”. Praktis, ini yang membuat UKM ini jadi unik buat saya. Kenapa ?? Jelas kan, berarti UKM ini bener-bener membutuhkan orang-orang yang loyal dan independen. Bener-bener UKM jurnalis sejati. Dan lagi, selembar surat inilah yang akan membuat mahasiswa lain berpikir 2x untuk ikut. Benar saja, besoknya waktu saya tawarin ke temen-temen, 30% menjawab “Lha nek rak keterimo piye??”. Sedangkan 50% dari mereka jawabannya sama, “Ojo, awal-awal ki melu sing akeh sisan. Nek siji tok, rugi entar.”. Sisanya alasan lain. Saya pun ketawa dalam hati, “Hahahahaha. Kok pikiran mereka sama ya?? Mainstream banget ih.”, pikir saya.

            O iya, agak rancu ya, kalo saya nggak cerita tentang diri saya sendiri dulu. Okelah, saya perkenalan lagi buat yang belum kenal. Ingat, kita masih perkenalan. Kalo kamu mau yang lebih serius, aku masih pikir-pikir dulu. Wkwk *digampar*.

Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan

            Nama saya Aziz Rahardyan, masih ikut orang tua di Semarang Timur, Pedurungan tepatnya. Kampus saya di Unnes, jurusan Teknik Elektro prodi PTE 2013. Nah, lalu apa hubungannya teknik elektro, dunia jurnalis, dan seorang Aziz Rahardyan ?? Eit, jangan salah. Jawabannya............. Sebenernya nggak ada sih. Hehehe. Eh, tapi cerita dibawah mungkin bisa mewakili.

            Mungkin berawal waktu masih kecil, saya bercita-cita jadi detektif. Tapi berhubung otak saya agak lola dan miring 30°, saya jadi agak pesimis. Akhirnya saya pindah haluan, tapi yang masih ada hubungannya sama detektif, yaitu cita-cita jadi dokter forensik. Ya, walaupun kandas cuma sampai SMP karna setelah itu saya masuk SMK jurusan Elektronika Industri. Wkwk, tapi impian ini masih bertahan sampe sekarang lho. Sampe-sampe saya bela-belain beli buku INDONESIA X-FILES nya Alm. dr. Abdul Mun’im Idries, Sp.F, pakar forensik terkemuka di Indonesia. Yah, tapi apa mau dikata, pasrah saja, Allah lebih tau apa yang lebih kita butuhkan.

Cover buku INDONESIA X-FILES
Cover buku INDONESIA X-FILES


            Akhirnya pilihan saya jatuh kepada dunia jurnalistik. Kalo orang yang berpikiran persis seperti saya begini, pilihan ketiga mereka hampir pasti jadi hakim, jaksa, atau pengacara. Tapi berhubung otak saya mungkin “nggak nyandak”, apa boleh buat. Toh saya lebih seneng berkumpul sama orang-orang yang nggak terus-terusan serius.

Jumat, 27 Desember 2013

Manusia Bertopeng


mask topeng
Mask


Mau sampai kapan kita terus memakai topeng ?

Mau sampai kapan kita bakal terus membohongi orang lain ?

Bukan !! Bukan cuma orang lain. Tapi diri sendiri. Ya, diri sendiri......


Pernah pake topeng ? Pasti pernah donk.

Bukan, bukan topeng yang itu. Tapi “topeng”.


Ya, topeng. Yang membuat kita bukan lagi kita.

Yang membuat kita tersenyum sesaat, kemudian tertawa licik, sambil memalingkan muka ke atas. “Hahahahahaha..”

Ya nggausah ditiruin juga donk sob.. :P


Ehm, oke.. Lanjut..


O iya, jawab dulu pertanyaan tadi. Pernah pake topeng ?

Hmmm, aku pernah sih.

Hah, rasanya gimana?

Nggak ada rasanya tuh.

Haha, iya ya, kok bisa ya ?

Ya, mungkin sama kayak kalo kamu minum air gula terus habis itu kamu minum sirup manis. Jadi nggak manis kan sirupnya.

Ya memang, mungkin seperti itu jadinya.................. Kalo sudah lama memakai topeng.......

Truth ??


So,

Bisa nggak sih kita jadi diri sendiri lagi ?

Bisa nggak sih kita hidup tanpa topeng ?

Dan bisa nggak sih, kita lepasin topeng ini......... ??, kalo memang kita udah terlanjur ber-“topeng”.


Well, Spiderman aja pake topeng. Batman, Iron-man, Captain America, dan Green Lantern juga pake topeng..

Tapi Superman enggak.. Hmmm..

Walaupun Hulk juga engga sih, modal kolor doank mana punya topeng dia. Haha *dibanting hulk*


Oke, sekarang ada yang tau nggak, kenapa Superman ngga pake topeng??

Ya.. Karena justru Superman itulah dirinya yang asli. Justru Clark Kent-lah topengnya sehari-hari.

Jadi, permasalahan sebenarnya hanya kapan kita “baru” memunculkan diri kita yang asli.
Bukan “kapan kita bakal bohong lagi..”.


Eh, emm, tapi coba dulu kemungkinan lain.. 

Darimana kamu tau kalo itu dirimu yang asli ?? 

Darimana kamu tau kalo itu juga bukan “topeng” ??


Ya, tentu saja itu efek dari seberapa banyak topeng yang kita pakai..

Semakin banyak dan terus berganti, kemudian disusul oleh semakin tenggelamnya identitas diri....


Emang sih, aku nulisnya agak alay XD hehe. Tapi ini kenyataan kok. Pengalaman pribadi malah.. hehe


So, what should we do is just “be honest” broo.....



^^)

( Aziz Rahardyan, 19, biasa ngupil pake jempol, “this is my own phase”. )



sealkazzsoftware.blogspot.com resepkuekeringku.com