Macam-Macam Tes Ajaib, di Sini Tempatnya!

Tampilkan postingan dengan label Catatan Ajaib. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Catatan Ajaib. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 Oktober 2020

Kisah Bertemu Sang Garuda, dan Wejangannya Buat Indonesia


Sabtu (10/10/2020) - Entah bagaimana awalnya, tiba-tiba saya sudah sampai di negeri awan. 

Ternyata keadaannya mirip-mirip di Bumi, baik dari jenis batuan yang saya injak, rerumput liar yang tumbuh dari sela-sela sambungannya, sampai kadar oksigen dalam udara yang saya hirup. 

Bedanya, anginnya silir tenan, tapi kabutnya ndak habis-habis. Burem kayak sore-sore di pegunungan. 

Tidak perlu jalan terlalu lama, Sang Garuda kebetulan baru bangun tidur. Kucek-kucek mata sebentar dengan sayap kanan besarnya yang tampak lemas. Sementara itu, sayap kirinya ngelus-elus perut, yang ternyata juga tak kalah besar dari sayapnya yang punya 17 bulu itu. 

Ternyata dia liat saya, lalu merentangkan sayapnya ke atas sambil bilang 'hoy' atau sapaan singkat sejenis. Saya lupa. Tapi sekaligus menyiratkan gestur agar saya menunggu sebentar. 

Saya baru sempat membalasnya dengan mengangkat tangan. Dia sudah melengos, lanjut senam-senam kecil. 

Di kiri saya ada bangku kayu yang buat naiknya saja harus pakai lompat. Saya memilih tidak bersandar, bukan hanya karena sandarannya memang jauh, tapi biar kaki saya bisa menggantung. Biar bisa mainan kaki, kayak anak kecil. 

Loh, loh, loh. Ternyata dari tadi depan saya itu kolam. Kaget saya. Pantesan lumut dan rumput liar yang saya temui dari tadi, kok, kayaknya seger. Ternyata akarnya bisa minum dari sini. 

Loh, loh, loh! Sang Garuda, kok, nyemplung. Mandi? Loh, renang! Edan tenan. Nyilep sisan. Saya bergerak refleks. Seketika saya lompat dari bangku, mencari-cari gelembung nafasnya di air masih ada atau tidak. "Iso munggah opo orak manuk iki," batinku. 

Syukurlah. Ternyata cuma sebentar. Dia mentas, sambil bawa ikan besar di paruhnya. Aneh-aneh memang Sang Garuda ini. Ternyata dari tadi dia itu laper toh, mau makan dulu. Mbok bilang tho dari tadi, mbah, mbah. Ah, saya tinggal udud wae, lah. 

***


Selesai makan, Sang Garuda jalan ke arah saya, 'kipik-kipik'. Dengan ukuran dua kali lipat besar manusia, jelas airnya nyembur kayak semprotan cuci motor salju. Saya nutupin udud biar nggak mati kena air. Susah nanti kalo mau nyumet lagi. Anginnya gede. 

Setelah dia ikut duduk sambil masih geriming-geriming mirip orang masuk angin, akhirnya kita bisa ngobrol. 

"Njenengan itu lho, maem kok pakai nyemplung air segala," ujarku basa-basi membuka obrolan. 

"Lha piye, mas. Emang kudune ngono. Dulu memang bisa, tinggal nyucruk. Sekarang ikan besarnya pada di dalam. Yo wis, rekoso sithik orak masalah. Barangsiapa ingin mutiara, harus berani terjun di lautan yang dalam," ujarnya. 

Iya, sih, kolam ini terbilang gede banget buat manusia. Kalo dianggap lautan juga oleh seekor manuk, wajar lah. 

Rokok saya diambil satu olehnya. Masih doyan dia kalau jenis kretek. Lucu juga di balik otot-otot sayap maskulin itu, bulunya tetap lentik, sampai-sampai bisa kayak jemari manusia. Dia nyalain koreknya pakai kaki. 

"Kolam ini buatan ya, mbah?" tanyaku sok akrab. Dia cuma manggut-manggut mengiyakan. 

Kemudian Sang Garuda menceritakan kisah-kisah mengenai tempat tinggalnya ini. Dari mulai zaman orak enak, zaman rekoso-nya, era-era kejayaan dan kepercayaan diri, sampai sempat punya periode menutup diri, sampai zaman opo-opo enak, tinggal ciduk, dan keenakan hingga seperti sekarang. Jan, persis sejarah Indonesia. 

"Tetangga-tetangga yang mbah tadi ceritakan itu, ada elang, ada macan, ada panda, raksasa buncit segala, itu sebenarnya sempat takut lho, sama mbah. Apalagi kalau mbah sudah bisa terbang lagi," ujarku menimpali ceritanya. 

Sekadar informasi, tadi dia sempat menyinggung cerita mengenai sebab-sebab dia sudah malas terbang. Sampai-sampai sekarang memang sudah ndak bisa terbang. 

Banyak ternyata alasannya. Yang paling koplak, mungkin karena dia (sambil bercanda) bilang kalau perutnya sudah kegedean, dan badannya itu sudah ringkih, gampang masuk angin. 

Haha. Waktu dia cerita itu, jelas aku ngekek. Manuk, kerjaannya bersatu sekaligus melawan angin, kok bisa itu lho, kena masuk angin. Ada-ada saja Sang Garuda ini. 

"Terus, kalau kita pengen mbah terbang lagi, mengepakkan sayap lebarmu itu di angkasa, bikin takjub, semarak, sedikit nakutin boleh juga, dan punya manfaat lagi kepada berbagai aspek Poleksosbudhankam di seantero dunia. Kita salah ndak mbah?" pintaku. Kayak anak kecil.

"Yo enggak, lah. Malah bagus, lah!" jawabnya. 

"Caranya?" 

"Yo, tinggal anjlok. Gitu aja kok repot," jelasnya sembari menghembuskan asap lewat lubang hidung di paruhnya. 

Tanpa sadar, saya justru menimpali:

"Tapi, dalam waktu dekat ini, jangan anjlok dulu, deh, mbah."

***


Jujur, alam bawah sadar saya memang didominasi pikiran bahwa Sang Garuda, Si Mbah Garuda itu, belum siap buat anjlok. 

Anjlok itu ya, semacam burung baru mulai belajar terbang begitu, lah. Terjun. Bayangin kalau burung dewasa belajar semacam itu, kita lihat saja ngilu sendiri, kan? Semacam lebih kasihan begitu, kan? 

Apalagi Simbah yang sebesar itu, seberat itu, serumit itu cara terbangnya dan masalah-masalah yang sedang dipikulnya. Kemungkinan berhasilnya sekarang ini, saya perkirakan cuma 50 persen. 

Berani? Jelas berani aja Simbah kita ini. Tapi berani dan nekat itu beda ceritanya walaupun tipis. 

Simbah menyiratkan kalau persentase keberhasilan buat terbang lagi dengan anjlok, itu memang bergantung kesiapan internal. Minimal, perlu waktu buat ngecilin perut, bikin sayap bisa kuat lagi, dan membiasakan diri biar kalau pas terbang nanti, nggak bersin-bersin karena kena angin. Nggelebak malah lhaiske. 

Sayangnya, minimal butuh periode satu-dua generasi buat sedikit-sedikit meningkatkan persentase keberhasilan itu. Nantinya ndak bisa 100 persen, ndak masalah, lah. 

Tapi memang satu generasi itu harus rekoso. Perlu keikhlasan dan penerimaan tersendiri, karena belum tentu sepanjang hidupnya nanti sempat menemui dan menikmati langsung terbangnya Mbah Garuda. 

Satu generasi ini harus mau diajak ngecilin perut, mau diajak memperkuat jiwa-raga internal, mau mengorbankan diri untuk tidak terjebak dalam periode 'keenakan'. 

Berat kan? Tapi bahkan belum cukup sampai di sana. Generasi ini harus ikut mempersiapkan keberanian buat anjlok. Mau turun. Mau ke bawah. 

Entah dalam terminologi sosial, ekonomi, kepemimpinan dan politik, bahkan mentalitas pribadi yang akan ditabrak oleh realita-realita 'udah, ngapain sih, toh, begini aja sudah enak'. 

Terlihat nanti, Anjlok po rak mentalmu. Tergoda atau tidak nafsumu itu. Ngeper atau tidak kamu ketika menemui godaan-godaan kenyamanan yang sudah didapatkan. 

Kalau masuk jajaran elit kepengurusan negara, maukah turun mendengarkan aspirasi dan mengungkap ide-idemu langsung di depan wajah rakyatmu? 

Kalau jadi konglomerat, miliarder, jutawan, pengusaha, wirausaha, maukah turun menggandeng usaha kecil dan ikut mengorbankan pendapatanmu buat orang-orang di luar keluarga dan golonganmu saja? 

Bahkan, ketika hanya sampai sebagai kelas menengah pun, maukah kamu turun membangkitkan keresahanmu yang setiap harinya telah terkubur rutinitas? Sekadar belajar lagi dengan membeli koran atau buku, dan membangkitkan keinginanmu untuk bermanfaat walaupun sedikit, untuk mengorbankan rezekimu dalam kegiatan amal, sosial, serta mengendapkan sebagian lainnya buat mensukseskan pembangunan negara atau membantu usaha-usaha kecil yang membutuhkan permodalan? 

Serta maukah kita semua turun beraktivitas setiap hari bukan hanya untuk mengeluh 'prihatin' kemudian curhat di medsos, sekadar 'kerja-kerja-kerja' atau belajar sesuai bidang keilmuan yang kita mau saja? Berjanji tidak cuek terhadap potensi-potensi di sekitar dan enggan langsung berperan dalam perbaikan-perbaikan kecil di masyarakat? 

Saya juga sempat tanya mengenai hal ini kepada Sang Garuda. Mana mungkin ada generasi yang kompak mau nelongso seperti itu? Kapan kelahirannya dan bagaimana cara mempersiapkan anak-anak manusia di Indonesia nanti menghadapi periode semacam itu? 

Nahas, Simbah malah marahin saya: "Ora usah ngomyang tok, ora usah kakean takon, ora usah kakean teori, ora usah bedek-bedekan. Kamu sendiri malah masih di sini. Turun sana!"


azr. 


Kamis, 21 Desember 2017

Pura-pura Sakit Itu Biasa, Pura-pura Kesurupan: Itu Baru Keren!




Assalamualaikum,


Dengan pura-pura kesurupan, saya bisa pastikan tidak akan ada Jaksa KPK yang berpikir untuk membawa dukun sebelum persidangan.


Melihat sidang kasus korupsi e-KTP terdakwa Papah Setya Novanto di PN Tipikor, Rabu (13/12/2017) kemarin, rasanya kok seperti mendengarkan sepasang kekasih yang sedang ribut di acara nikahan teman, ya? Senyap di tengah keramaian, gitu.

Ceritanya si cewek ini sudah kebelet nikah, tapi si cowok sedang ingin menikmati masa mudanya dulu. Duh, berat. Saya yakin, tipe cowok inilah yang sanggup memahami perasaan Yang Mulia Hakim Yanto yang berjam-jam dicuekin, berasa seperti ngobrol dengan tembok.

“Sayang, kamu kenapa?” kata si cowok. 

Hening.

“Kamu pengen nikah ya?”

Masih hening.

“Benar nama anda Siti? Lahir di Bandung? Umur 23 tahun?”

Eh, si cewek tiba-tiba minta izin ke toilet. Diare katanya. Tapi dalam lubuk hatinya yang terdalam, si cewek menggerundel: huh, dasar cowok nggak peka!

***

Barangkali itu pula yang dirasakan Papah Setnov dalam persidangan kemarin. “Saya ini sedang sakit, kok nggak ada yang peka, sih!” mungkin itu isi pikiran beliau, sehingga suasana persidangan jadi diselimuti awan keheningan. Kasihan.

Lebih kasihan lagi, Papah Setnov justru dianggap berpura-pura sakit oleh para JPU (Jaksa Penuntut Umum). Jaksa Irene Putri seperti sudah berpikir selangkah lebih maju. Sudah menyiapkan dokter jauh sebelum diminta, tahu juga kalau ternyata Papah Setnov sebenarnya tidak bolak-balik ke toilet dua puluh kali pada malam sebelum persidangan. Tapi hanya dua kali pada pukul sebelas dan pukul dua tiga puluh pagi. Kemudian sembari tersenyum beliau berkata, “Kami memikmati apa yang dilakukan terdakwa. Dan skenario yang dilakukan terdakwa sudah kami pikirkan sebelumnya.”

Sedap!

Tuh, kurang perhatian apa coba? Wajarlah kalau Papah Setnov dianggap melakukan malingering oleh banyak pihak.

Hah, malingering? Penyakit apa itu? Apakah ini semacam penyakit yang hanya diderita oleh para maling?

Oh, tentu saja bukan. Malingering adalah penyimpangan perilaku seseorang yang dengan sadar membuat gejala palsu untuk mendapatkan keuntungan tertentu. Seperti mendapatkan obat, menghindari hukum, mendapatkan tempat penginapan, dll. Di samping keluhan fisiknya, mereka biasanya mengelak dan tidak kooperatif selama pemeriksaan, atau pengobatan, dan mereka menghindari prosedur medis. Itu yang saya baca dari Buku Saku Psikiatri karya David A Tomb.

Belum lagi kalau ditambah paparan seorang psikolog forensik, Reza Indragiri yang saya lihat lewat mas Yousube. Beliau mengungkapkan bahwa modus malingering ini memang terbukti ampuh dan telah dibuktikan dengan data statistik. Dari sekian banyak terdakwa yang diduga malingering, hanya tujuh belas persen yang sanggup dibongkar kebohongannya oleh Majelis Hakim. Pantas saja, dengan begitu, predikat “jago akting” pun bakal jadi julukanmu sekarang, pah.

Tapi kalau saya sendiri, tidak pernah bilang kalau Papah Setnov itu pura-pura sakit, loh. Hanya merasa aneh saja. Ngakunya mencret, tapi kok malah tidak bisa ngomong. Ini hubungannya apa ya?

Saya ini sudah berkali-kali menceret semasa hidup, dan silahkan tanyakan pada setiap orang yang pernah menceret juga. InsyaAllah sependapat. Dimana-mana, orang menceret itu justru ngomong lebih lancar, cepat, dan malah terasa lebih bersemangat dari orang yang sehat! Percayalah. Contohlah begini:

“Benar nama anda Setya Novanto?”

“Yak!”

“Umur 62 tahun?”

“Tul!”

“Lahir di Bandung, tang...”

“Aduh, cepetan dong! Saya mau ke toil...!” seketika sebuah suara PRETT terdengar begitu keras, disusul bau menyengat menyelimuti ruang sidang, “AHH. SAYA SUDAH KECEPIRIT, NIH!!!”

Itu baru namanya mencreters sejati.

Jadi kalau boleh saya simpulkan, ternyata Papah Setnov itu masih newbie masalah mencret-memencret. Padahal tadinya saya sempat kagum juga. Saya kira para pejabat itu cuma bisa terkena penyakit elit macam stroke, diabetes, jantungan, dan sudah kebal dengan penyakit kelas bawah. Ya, seperti menceret ini.

***

Sebab itulah kalau saya boleh memberi saran pada Papah Setnov, janganlah pura-pura sakit, tetapi pura-puralah kesurupan. Pastilah jalannya sidang akan jauh lebih keren!

Saya sudah merenungkannya sejak lama. Sebenarnya banyak modus pura-pura lainnya untuk menghindari hukum dan jauh lebih efektif daripada pura-pura sakit. Ada modus pura-pura amnesia ala Fitri Tropica, ada juga pura-pura mati ngambang ala Raditya Dika.

Tapi, setelah dilihat-lihat lagi, modus pura-pura kesurupan ini sepertinya modus yang paling cocok deh, buat Papah Setnov. Sebab kata mbah saya, setan itu suka sama orang yang melamun terus. Nah, mirip sekali dengan Papah Setnov sewaktu sidang kemarin. Pasti Majelis Hakim bakal percaya!

Dengan pura-pura kesurupan pun, saya bisa pastikan tidak akan ada Jaksa KPK yang berpikir untuk membawa dukun sebelum persidangan. Sehingga ketika ditanya oleh Hakim:

“Benar anda Setya Novanto?”

“HRRMMM, BUKAN..... SAYA MBAH GONDRONGGG!!!”

Semua orang seketika kalap, sidang pun ditunda dengan begitu cepatnya. Dokter yang dipersiapkan JPU semuanya speechless karena kesurupan itu di luar kompetensi mereka. Nah, sukses kan, pah!

Simpel, efisien, tidak perlu memakan waktu belasan menit beserta sandiwara cuek ala ‘adek minta nikah’ segala. Para jamaah mas Yousube dan kreator meme pun tak perlu menghabiskan banyak kuota untuk bahan berkreativitas. Pokoknya semua pihak menang!

Saran terakhir saya buat papah Setnov, daripada meratapi diare, lebih baik buat diary saja, pah. Bisa berupa blog, atau sekalian channel vlog selama di rutan. Kalau berkirim surat terus dengan kolega di DPR, dijamin lama-lama pasti membosankan. Tapi kalau buat diary dan jumlah viewers-nya bisa menyamai orang-orang yang melihat video sidang Papah Setnov, pasti bakal lumayan banget, tuh pendapatan dari endorse dan iklan yang dihasilkan.


Alhasil, selamat berjuang untuk Papah Setnov. Ditunggu akting kesurupan di persidangan berikutnya!


Selasa, 12 Desember 2017

Mitos dan Fakta: Tentang Tata Cara Tes Keperawanan

Assalamualaikum,


Tes keperawanan pernah menjadi pro-kontra dalam masyarakat dunia. Memang sulit bagaimana cara paling arif dalam menanggapi tes keperawanan ini. Sebab itulah kali ini Ajaibbinladden akan memberikan mitos dan fakta ditengah perdebatan tentang tes keperawanan.

Silahkan disimak!

Bentuk Diskriminasi Terhadap Perempuan


Mitos:

Ini dimaksudkan agar perempuan menjaga betul keperawanannya sebagai sesuatu yang mutlak dan tak boleh diganggu-gugat, sebelum adanya ikatan pernikahan. Jadi bisa dibilang tes ini bertujuan “demi dan untuk” kepentingan perempuan itu sendiri.

Fakta:

Ya ampun, jelas-jelas ini diskriminasi terhadap kaum wanita. Pastikan juga, kalau agan dengar alasan seperti dipaparkan dalam mitos di atas, maka yakinilah kalau itu bull-shit. Tidak ada hubungannya sama sekali.

Sebab, bila kita menghargai bagian pribadi seseorang wanita, ya kita juga jangan ngutik-ngutik bagian itu dengan alasan apapun, dong. Bahkan walaupun yang mengeksekusi adalah seorang wanita juga. Ya, namanya juga barang pribadi.

Kalau tak ingin dikatakan diskriminasi, seharusnya buat juga tes keperjakaan. Kedua tes ini bisa dibalut menjadi satu kesatuan dalam tes bertajuk moralitas seksual, misalnya. Tak perlu juga mengusik bagian sensitif seseorang sebagai indikator. Menurut saya, tes pertanyaan lisan dengan bantuan alat pendeteksi kebohongan dan para psikolog, sudah cukup untuk mengetahui bagaimana moral seseorang menyangkut penjagaan terhadap kelaminnya.

Ditentukan Oleh Selaput Dara


Mitos:

Selaput Dara yang robek mengindikasi bahwa perempuan tersebut sudah tidak perawan lagi.

Fakta:

Para praktisi kedokteran mengatakan bahwa selaput dara sebenarnya berbentuk seperti bunga, memiliki kelopak-kelopak, dan bisa rusak atau robek bukan hanya karena penetrasi penis atau benda tumpul lain yang masuk ke dalam vagina.

Seksolog, ginekolog, maupun para dokter memberikan pernyataan bahwa aktivitas olahraga yang terlalu ekstrim, seperti senam, bahkan bersepeda terlalu lama pun bisa merusak selaput dara. Sebaliknya, ada pula jenis selaput dara wanita yang terlalu tebal dan sulit untuk rusak walaupun sudah melakukan hubungan seks beberapa kali.

Sebab itulah validitas mengetahui keperawanan wanita lewat selaput dara punya kemungkinan yang kecil. Para ahli forensik dan dokter ahli dalam membuktikan adanya penetrasi seksual pun, lebih mempercayakan validitasnya pada “ada tidaknya cairan asing” seperti sperma yang ditemukan di dalam vagina. Bukan melihat rusak tidaknya selaput dara.


Identifikasi Moral


Mitos:

Hilangnya selaput dara dan keperawanan adalah indikator kebejatan moral seorang wanita.

Fakta:

Mungkin bisa jadi seperti itu. Tetapi itu hanya satu dari berpuluh-puluh kemungkinan yang sebenarnya lebih kuat.

Misalnya begini, saya berani membuktikan secara ilmiah kalau memang diminta, tetapi saya masih percaya, kemungkinan seorang wanita kehilangan keperawanannya (sebelum resmi menikah) hanya ada tiga: Sama-sama suka (dengan kekasih), Paksaan kekasih, dan pergaulan yang terlalu bebas.
Sialnya, dari ketiga kemungkinan tersebut, peran lelaki justru lebih dominan.

Kampretnya lagi, tidak ada yang bisa membuktikan kebejatan moral seorang lelaki kalau dia ini perjaka atau tidak dengan tes fisik. Sebab itulah saya mendukung tes psikologi dengan bantuan para psikolog dan alat pendeteksi kebohongan untuk menentukan moralitas seseorang.

Itupun kalau memang benar-benar wajib dibutuhkan dalam sebuah instansi besar baik pemerintahan maupun non-pemerintah. Bukan hanya dalih untuk menyaring wanita saja.

Selaput Dara Robek dan Seks Pertama


Mitos:

Tes keperawanan menyimpulkan, selaput dara yang robek merupakan hasil dari hubungan seksual “haram” yang pernah dilakukan, walaupun hanya sekali.

Fakta:

Seperti sudah disebutkan di atas, ada beberapa kemungkinan. Yaitu rusak walaupun tanpa pernah berhubungan seksual, atau sebaliknya pernah berhubungan seks dan tidak rusak.

Lagipula dalam hubungan intim antar pasangan saja, rasa saling percaya merupakan kuncinya, bukan keperawanan (Walaupun ada juga lelaki yang menjadikan ini syarat utama). Lelaki bisa memaklumi seorang wanita yang dicintainya tidak perawan lagi asalkan ada kejujuran, keterbukaan, dan alasan yang jelas.

Alhasil, di luar masalah keperawanan dan seks, fungsi selaput dara ini sebenarnya abstrak. Selaput dara menjadi penting, disebabkan nilai sosial yang dibangun masyarakat untuk membangun nilai-nilai kepercayaan tertentu.

Tes Keperawan Menggunakan Dua Jari


Mitos:

Cara mengetes keperawanan yang paling sederhana, adalah dengan memasukkan dua jari telunjuk dan jari tengah bersamaan ke liang vagina. Bila jari tidak bisa masuk secara sempurna, berarti wanita tersebut masih perawan.

Fakta:

Cara ini benar-benar tidak masuk akal secara ilmiah. Hubungannya dengan kerapatan vagina akan dijelaskan lebih detail di bagian terakhir.

Bahkan saya bisa menyebut, tes keperawanan dengan cara memasukkan dua jari ke vagina ini justru yang merupakan perlakuan yang tidak bisa dibenarkan secara moral.

Secara medis, ada alat untuk memeriksa liang vagina secara khusus yang bernama spekulum. Alat ini berfungsi untuk sedikit membuka liang vagina, kemudian memungkinkan dokter atau perawat melihat bagian selaput dara pasien tes keperawanan. Walaupun seperti diungkap di atas, validitasnya tidak tinggi.

Spekulum vagina

Indikasi “Vagina Rapet” Hanyalah Milik Perawan


Mitos:

Tes keperawanan mensyaratkan vagina yang masih sempit sebagai indikator utama.

Fakta:

Bisa tanyakan pada dokter di seluruh dunia. Sempitnya lubang vagina adalah akibat dari kontraksi otot panggul. Bahkan ketika seorang wanita merasa cemas, secara otomatis mengencangkan otot dasar panggulnya. Terutama bila berhubungan seks.

Sebab itulah para dokter menganggap sempitnya vagina wanita perawan, faktor terbesarnya disebabkan oleh perasaan cemas menjelang pertama kali berhubungan seksual. Nah, jadi sebenarnya kalau “tes kerapetan” dengan dua jari ini dilaksanakan, wanita yang melatih otot panggul dan terlalu cemas, justru bisa lolos dengan mudah. Hmmm, gimana deh tuh?



Itulah tadi beberapa mitos dan fakta yang telah ane kumpulkan perihal tes keperawanan. Kalau ada tanggapan, boleh loh ditulis di kolom komentar. ^^



                      Pria Lebih Suka Wanita Polos ^^)V

                 

Selasa, 02 Mei 2017

Kisah Seorang Ibu dan Bunga Anak-anaknya

Assalamualaikum,


Ketika membangun sebuah rumah yang layak huni, seorang ibu mempunyai peran vital di dalamnya. Ini adalah cerita tentang ibu dan naluri keibuannya saat rumah ayah direnovasi. (Maklum, ane belum punya rumah sendiri, gan. Hehe.) Bila tidak ada sentuhan ajaib dari seorang ibu, mungkin rumah itu tak seteduh dan tak semenyenangkan sekarang.

Selama kurang  lebih 22 tahuan aku hidup dengan ibu. Aku jadi hafal betul dengan hal-hal yang menarik perhatiannya.

Ya, kira-kira mungkin sama dengan ibu-ibu lain: tegila-gila dengan dengan perabotan rumah tangga, baju, sepatu dan lain-lain. Tapi yang menarik (sekaligus agak aneh), ibu saya punya bakat untuk memilih dekorasi dan aksen penghias rumah. Yang menurut lelaki, itu mungkin tak penting dan tak pernah terbayang untuk dibeli karena tak punya nilai guna yang tinggi. Ya, begitulah lelaki.

Seperti sekarang ini, berhubung rumah ayah sudah selesari direnovasi, otomatis ibu belanja perbotan rumah tangga lagi untuk melengkapi rumah. Dan itu busetttt, belanjanya banyak banget! Seperti yang kubilang di atas, banyak barang yang dirasa tak penting-penting amat untuk dibeli. Jadi berkata dalam hati, “Gimana nanti kalau gue udah punya bini, ya? Habisnya berapa duit, nih?” xD

Ayah sebenarnya sependapat denganku. Bahkan dia tak terlalu suka mendekorasi rumah. “Begitu aja cukup lah,” mungkin begitu pikirnya. Tapi bila ada naluri seorang wanita di sebuah rumah, pastilah punya segala macam cara untuk mendominasi.

Hasilnya? Sebanding dengan apa yang diperjuangkan! Ayah juga pasti senang melihat rumahnya seindah sekarang.

Desain interior rumah berbeda jauh dari yang dulu. Lebih terlihat cantik, modern, dan ceria. Wallpaper dipasang bunga-bunga dengan warna-warna yang disukai si empunya kamar (O iya, yang direnovasi adalah kamar dua adikku dan kamar ayah-ibu sendiri). Asyiknya lagi, wallpaper itu mungkin sudah pantas dibuat background foto studio!

Nah, selain itu, yang mencolok adalah hiasan bunga-bunga dari ACE Hardware seperti yang ada di dalam gambar. Bagus kan, mirip bunga asli?


Itulah dekorasi yang dibeli ibu. Menariknya, selain dibuat untuk dekorasi rumah ternyata bunga tersebut ibu gunakan untuk menggambarkan kecintaan pada anak-anaknya. Dia sesuaikan dengan pemahaman yang betul-betul matang terhadap warna kesukaan anak-anaknya: kuning, merah, hijau, dan ungu.

Jumlahnya pun lima. Tiga untuk adik, beserta aku dan calon istriku (yang sudah dianggapnya seperti anak sendiri). Bahkan saking isengnya, ibu menulis I love Ufi, I love Andin, dan seterusnya sesuai nama-nama kami. xD

Ini sukses yang membuat setiap penghuni rumah merasakan kehangatan (sekaligus kelucuan) seorang ibu. Alhasil, semua pasti rindu untuk kembali ke rumah lagi. Apalagi buat aku yang sudah jarang pulang ke rumah.

Begitupun dengan perabotan rumah tangga lain. Ibu selalu punya cara untuk memaknainya.Bahkan setiap perabotan biasanya digandakan secara tak tanggung-tanggung: jadi empat buah! Dia pun selalu berkata, supaya nanti bisa di bawa oleh kami, kalau sudah punya keluarga masing-masing nanti.

Akhirnya saya jadi paham. Ketilka seorang ibu atau wanita senang berbelanja perabootan rumah tangga (seperti bunga dekorasi yang ibu beli untuk anak-anaknya), itu bukanlah semata kesenangan belaka. Tapi untuk menyengkan keluarga dan memberi kehangatan dalam rumah tangga.

Terima kasih ya, bu. . . .


Selasa, 28 Maret 2017

Cara Mengatasi Rasa Takut Saat Nonton Film Horor (Biar Terlihat Keren, bro!)

Assalamualaikum.


Yak, kembali lagi bersama saya Tatang, kontributor senior di blog Ajaibbinladden tercinta ini. Nah, pada postingan kali ini, saya diberi kesempatan untuk ngobrol-ngobrol dengan pakar perfilman Tanah Air. Siapa itu? Hanung? Garin? Riri Riza? Wah, pokoknya lewat jauh! xD

Kami akan membahas seputar fakta dan pertanyaan umum tentang genre film yang sedang hits beberapa tahun belakangan: Film Horor. 

Di antaranya kita akan membahas beberapa tips untuk mengatasi rasa takut ketika nonton film horor, tipe-tipe orang yang menonton film horor, bahkan pendapat-pendapat anti-mainstream tentang film horor! Semuanya akan dibuka di beberapa postingan terbaru tentang film horor di blog ini.

Makanya jangan kemana-mana, berikut ini adalah wawancara saya dengan pakar film Tanah Air. Silahkan disimak!


Assalamualaikum, pak. Maaf, saya Tatang dari komunitas blogger yang kemarin membuat janji dengan bapak. Benar ini dengan bapak Ajaib?

Waalaikumsalam. Oh, kamu sudah datang. Iya, benar saya sendiri.

Oke. Sini saja, tang. Silahkan masuk. Maaf ya berantakan, maklum lah, namanya juga pakar nonton film. Kalo tidak ada ceceran popcorn di mana-mana, rasanya belum sah jadi pakar perfilman. Hahaha.

Eh, ngomong-ngomong namamu bener Tatang?

Iya pak. Betul. Nama panjang saya Tatang Tang Potong, pak.

Hahahahaha. Waduh. Untung bukan Tatang-kutang-kepotong ya.. x'D

Wah bapak bercanda aja. Itu yang beri nama orang tua saya loh pak. Lha, memang gelar bapak sendiri itu S.NF. Itu apa pak? Kelihatannya nggak jelas gitu..

Iya, iya. Maaf tang, bercanda. Jangan marah dong.

Loh gimana sih. S.NF. Ya jelas Sarjana Nonton Film lah!

Baru denger tuh pak. xD Ada ya pak? Enak banget dong pak kuliahnya nonton film doang? Gampang banget dong?

Beuh! Siapa bilang enak? Bayangin aja. Tiap hari kita disuruh nonton film. Satu film 2 sks. Satu hari bisa 3 sampai 4 film. Setiap film kita harus buat paper tentang itu. Bisa gila lho kamu!

Apalagi kalo kamu nggak kuat dan ngantuk, pasti disuruh ngulang! Jadi ya susah juga nonton film tang. Jangan dianggap enteng!



Waduh berat juga ya pak. Genre filmnya apa saja pak? Kalau untuk film horor kira-kira nonton secara rutin juga nggak pak?

Oh pasti. Semua film harus kita nikmati secara teratur. Film fantasi, dokumenter, action, fiksi, ilmiah, romance, thriller, bahkan “blu” film pun kita tonton secara rutin!

Ini untuk menambah cita rasa dan kepekaan terhadap sudut pandang. Kalau nonton film cuma itu-itu aja ya, ilmu kita nggak berkembang. (alesan aja nih orang)

Hahaha. Ada-ada aja nih, bapak. Kalau begitu, begini, pak. 

Saya mau tanya tentang tips menonton film horor nih, pak. Biar kelihatan keren dan nggak takut gitu loh, pak. Soalnya saya ini kan orangnya penakut, pak. Nanti kalau ngajakin cewek nonton film horor kan tengsin, pak! 

Jadi bagaimana caranya supaya terlihat berani saat nonton horor, begitu pak?

Ah kamu penakut aja mau ngajakin cewek nonton horor. Saya tau pasti kamu mau modus kan? Biar pas ada scene nyeremin bisa dipeluk gitu kan? Tau saya dari muka-mukamu! xD

Wah bapak memang luar biasa! Tau aja pak?

Ooo jelas~... Soalnya saya dulu juga begitu. xD

Okelah berhubung ini pengalaman pribadi, saya akan sedikit memberi tips. Nah kira-kira begini, tang. Tips pertama!

Tutup kuping! Ini memang cara yang lumayan mainstream dan sudah banyak orang tau. Tapi efektif!

Sebab dalam film horor, suara itu menyebabkan efek psikologis tertentu supaya kita jadi lebih takut saat scene "utama" keluar. Jadi, dengan tidak mendengarkan suara sound effect dari scene film tersebut, biasanya rasa takut akan berkurang beberapa persen.

Tapi kalau menutup kuping terlalu kelihatan mencolok, ada cara yang kedua.

Yaitu berkedip di saat yang tepat!

Scene menyeramkan dalam film horor terkadang bisa kita kira-kira, berapa detik sebelum hantunya “nongol”. Bahkan biasanya setiap sutradara sudah mempersiapkan detikan yang sama setiap akan menampilkan adegan menyeramkan tersebut.

Nah itulah kesempatan buat menghitung. 5.. 4.. 3.. 2.. 1.. Baaaaaa! Langsung kedip! Walaupun satu detik, itu sudah cukup. Ini akan membuat kita punya efek siap walapun, ya, takut juga sebenarnya. xD

Tapi yang pasti, gebetan nggak akan tahu sebab kita tetap berada dalam posisi cool. Jadi, bisa dijadikan tempat “pelukan” yang tepat. Sounds good right?  



Bisa juga ngomong terus atau berkomentar yang lucu!

Yang ini perlu hati-hati, sebab takutnya gebetan kita bisa illfeel karena kita kebanyakan ngomong. Tapi cukup efektif mencairkan suasana bila kamu berbakat membuat komentar lucu.

Nyeletuk aja “Aduh ya ampun. Hantunya busung lapar” atau “Idih kok merah semua! Hantunya pendukung PDIP, nih!”.

Dengan komentar-komentar seperti itu, dijamin efektif menghilangkan rasa takut. Hanya saja ada dua hasil kemungkinan: kamu dan gebetanmu makin mesra atau pipimu merah karena langsung ditabok. xD

Yang terakhir, menebak film dengan elegan~

Nah, kalau yang ini merupakan cara paling aman supaya kamu nggak takut. Caranya: lihat spoiler dari internet terlebih dahulu. Serius! Ini penting, apalagi kalau kamu lagi pedekate. xD

Ini membuat kita tidak kaget saat adegan-adegan menyeramkan muncul. Selain itu, dengan riset mendalam di internet, kita bisa punya pandangan yang kaya dan beragam untuk bekal ngobrol setelah film selesai. Pukau dia dengan gagasan dan pengetahuanmu tentang film tersebut. Walaupun sebenernya kamu tetap telihat takut, dengan obrolan tersebut, pasti deh, kamu tetap mempesona dan bikin kelepek-kelepek si dia. Cocok kan! ^^

Jadi yang perlu diperhatikan bila ingin mempraktikkan cara ini adalah: jangan pernah nonton film horor saat premiere. x’D x’D x’D

Begitu, tang, kira-kira.

Wah, luar biasa pak. Menginspirasi sekali pak. Terima kasih atas pandangannya, pak. Saya mau tanya-tanya lagi ah!

Loh siap! Selama ada pakar film seperti saya, beuhhhh, tenang saja. Apapun saya jawab!

Eh, tapi sebentar ya. Saya mau bikin kopi dulu. Lah, kamu dari tadi ternyata juga belum saya kasih minum toh. Waduh maaf ya, tang. Sebentar ya..........




To be continued.........



Selasa, 07 Februari 2017

Ini Hal yang Perlu Kamu Perhatikan Ketika Ambil Payout Google Adsense Pertama Kali


Assalamualaikum

Ini Hal yang Perlu Kamu Perhatikan Ketika Ambil Payout Google Adsense Pertama Kali

Alhamdulillah, di blog gaje yang sedang agan-agan pantengin ini, akhirnya berhasil membuahkan gajian pertama dari Google Adsense (GA) di tahun lalu. Ya, tahun lalu, artinya penantian ane sudah mencapai 5 tahun! Bayangkan remaja! 5 tahun ngeblog baru menghasilkan!

Biasa aja sih sebenarnya. xD

Tetapi setiap kejadian pasti membawa cerita tersendiri. Mau tau apa cerita di balik payout pertama ane? Dari mulai muter-muter Semarang sampai dikerjain mbak-mbak kantor pos, pokoknya banyak!

Berikut ane sajikan sebagai tips dan trik: Ini Hal yang Perlu kamu Perhatikan ketika Ambil Pay Out (PO) Google Adsense Pertama kali. Semoga bermanfaat. ^^

Pastikan Identitasmu Benar


Pertama dan sangat fatal. Pastikan akun GA-mu tidak kamu beri nama alay! xD

Sudah banyak kejadian semacam uang tak bisa diambil atau tertunda disebabkan nama, alamat atau identitasmu tidak sesuai KTP. Masuk ke Settings > Payments > Kelola Setelan > Profil Pembayaran kemudian edit semuanya sesuai identitasmu.

Sebab bukan hanya Google saja yang akan curiga sebab alamatmu tidak sesuai ketika Google mengirimkan "surat cinta". Kantor pos juga mempunyai kehati-hatian yang besar ketika akan membayarkan uangmu.

Ini Hal yang Perlu Kamu Perhatikan Ketika Ambil Payout Google Adsense Pertama Kali
surat cinta dari Google

Foto Bukti Pembayaran


Bukti pembayaran akan dikirim ke emailmu setelah tanggal 25 setiap bulan ketika Pay Out (PO). Jadi untuk berjaga-jaga, jangan hanya catat nomor Money Transfer Control Number (MTCN), tetapi foto atau screenshot di smartphonemu.

Sebab bila ada yang janggal saat pengambilan uang, kamu sudah punya bukti konkret yang sah.

Pastikan Ambil di Kantor Pos Besar


Sebenarnya setiap kantor pos yang support Western Union bisa membayarkan Payoutmu. Tetapi kalau kantor pos kecil biasanya kurang duit cash gan. xD Apalagi tanggal tua gan. Jarang orang bayar listrik. xD Alhasil, utamakan kantor pos besar dahulu untuk mengambil uang agan.

Jangan sampai kayak ane, udah sampai muter-muter kota buat nyari kantor pos yang sepi dan dirasa tepat (soalnya malu euy baru pertama kali nggak tau caranya xD), eh akhirnya ke kantor pos pusat juga.

Tapi malah enak kok gan. Biasanya sudah banyak yang ngambil PO Adsense di sana, jadi mbak-mbaknya sudah biasa menangani. Bahkan mereka tau dengan sekali lihat, mana yang baru pertama kali dan yang udah sering. So, watch out! ;)

Ini Hal yang Perlu Kamu Perhatikan Ketika Ambil Payout Google Adsense Pertama Kali

Ingat Alamat Google!


Untuk yang baru pertama, biasanya terkecoh dengan tutorial PO yang jadul-jadul, yakni yang alamat pengirimnya masih Google US. Padahal, alamat Google yang mengurusi Adsense di Indonesia dan wilayah Asia Pasifik adalah:

Google Asia Pacific Pte. Ltd.
8 Marina View
Asia Square 1 #30-01
Singapura 018960


Nah, itulah alamatnya. Isikan alamat tersebut di blangko yang diberikan mbak-mbak kantor pos. Jadi nanti jangan sampai salah, ya saat mengisi blangko. ^^

Pastikan Lagi Semua Sesuai dengan KTP!


Yup, ketika mengisi blangko, pastikan semuanya sesuai KTP. Bahkan tanda tangan dan muka ente gan! :'D

Soalnya ane waktu itu dikerjain sama mbak-mbaknya. Pertama, tanda tangan ane sedikit berbeda dari yang di KTP. Padahal cuma beda sedikit, lho. Sedikit! Tapi mbaknya tetap curiga. Dia juga terlihat aneh pas lihat foto KTP ane.

"Loh mas, ini bener kamu bukan mas?" ucap mbaknya.

"Iya lah mbak. Itu foto kan waktu STM, jadinya botak!" kata ane, dan mbaknya cuma nyengir.

Nah, itulah tadi beberapa hal yang bisa ane bagi. Semoga bermanfaat dan Selamat Gajian! :)

Selasa, 27 Desember 2016

5 Hal Kecil Ini Juga Pendidikan Karakter di Sekolah!


Assalamualaikum,

kkn-unnes-pendidikan-karakter

Pendidikan karakter merupakan pintu gerbang menuju pembentukan pribadi-pribadi emas generasi penerus bangsa. Apalagi di sekolah! Tempat dimana segala sifat dan pribadi anak bangsa berkumpul. Tentunya banyak yang harus kita kenalkan dan ajarkan, walaupun lewat hal-hal kecil nan sederhana.

Sebab itulah, ane sebagai calon tenaga pendidik (cie elah xD) dengan segala pengalaman selama praktik dan kerja nyata, ingin membagikan sesuatu pada pembaca setia Ajaibbinladden. Ya kali, kuliah 7 tahun sebagai calon guru postingannya tentang psikopat terus. Sekali-kali boleh dong, ikut andil bicara tentang pendidikan. xD

Apalagi, menurut pengalaman ane, 5 hal kecil yang juga termasuk pendidikan karakter ini sering tak digubris oleh kebanyakan orang. :(

Padahal, apa salahnya mengaplikasikan hal-hal kecil tetapi nyata… Demi masa depan generasi penerus bangsa kita. ^^


Oke, inilah 5 Hal Kecil yang Juga Pendidikan Karakter di Sekolah. Bisa diaplikasikan terutama untuk kamu guru, pendidik, pengajar ataupun calon tenaga pengajar yang ingin berbuat sesuatu untuk anak muda kita. Silahkan disimak…. :D


Bertanggungjawab dan Mandiri


5 Hal Kecil Ini Juga Pendidikan Karakter di Sekolah!
Menghapus Papan Tulis Sendiri - pic from InMagine

Walaupun seorang guru memang punya kapasitas untuk dihormati, tetapi jangan sampai kita menyalahgunakannya untuk dengan mudah menyuruh siswa seenaknya.

Sebab seorang guru berada di depan kelas dan menjadi pusat perhatian siswa, sebisanya pastikan kita bertanggungjawab atas apa saja yang kita perbuat. Misalnya, membereskan meja guru yang berantakan karena kita tempati, ataupun menghapus tulisan kita sendiri di papan tulis setelah selesai mengajar.

Percayalah. Hal ini secara tak langsung menjadi pendidikan karakter yang sangat dihargai siswa. ;)


Budaya Tolong dan Terimakasih


Bilamana terpaksa untuk meminta tolong siswa mengerjakan sesuatu, pastikan kita mengucapkan kata “tolong” di setiap imbuhan permintaan. Setelah itu, ucapkan “terimakasih” dan tak lupa sedikit tarikan senyum di bibir untuk menegaskan: apa yang mereka lakukan itu berarti buat kita. ^^

Hal ini begitu penting untuk pendidikan karakter siswa agar mereka terbiasa mendengarkan permintaan tulus, bukan kalimat perintah seakan-akan mereka pesuruh.

InsyaAllah pendidikan kita akan maju bila setiap orang tua menyadari pentingnya budaya tolong dan terimakasih. :)


Membiasakan Bicara Empat Mata


5 Hal Kecil Ini Juga Pendidikan Karakter di Sekolah!


Memarahi anak atau siswa di muka umum merupakan hal yang membuat mental mereka ciut. Alih-alih membuat mereka dewasa, justru kita bisa dianggap tak menghargai mereka sebagai anak muda atau siswa. Ya, bicara empat mata merupakan pendidikan karakter yang sering luput dari pikiran orang dewasa.

Padahal hal ini penting. Selain agar mereka mengenali kesalahan mereka secara personal dan dalam, kita secara langsung telah mengajarkan: rasa malu yang paling dasar saat melakukan kesalahan, seharusnya adalah malu pada diri sendiri. ;)

Panggil anak tersebut secara personal. Terangkan supaya mereka memikirkan apa yang telah mereka perbuat (bila mereka melakukan kesalahan). Ajak ngobrol sedikit, berikan nilai-nilai pengalaman dengan sedikit canda ringan. Anda akan lebih dihormati olehnya sebagai pribadi yang bijak dan dapat dipercaya. ^^


Berpenampilan Rapi dan Sedap Dipandang


Nah, kalau yang ini merupakan hal kecil tapi begitu besar dampaknya. Biasanya anak muda apalagi masih anak sekolahan, masih butuh modeling sebagai panutan dalam menilai sesuatu. Terutama berbusana.

Bila penampilan kita saja semrawut dan tak enak dipandang, maka mereka pun bisa berbusana seenaknya pula.

Sebab itulah, bukan hanya dalam berbusana saja. Sebenarnya menjadi pendidik karakter haruslah berangkat dari diri sendiri terlebih dahulu. Kalau kita sudah menempatkan diri dengan pantas, percayalah, siswa dan anak pun akan malu bercermin pada kita kalau mereka kurang menata diri. ^^


Membiasakan Memanggil Nama


5 Hal Kecil Ini Juga Pendidikan Karakter di Sekolah! aziz rahardyan


Yang terakhir ini susah-susah gampang. xD

Dengan membiasakan diri memanggil nama, menandakan kita care, peduli dan menghargai mereka sebagai manusia seutuhnya. Sebagai pendidikan karakter, tentu saja kita secara tidak langsung telah memperkenalkan cara menghargai sesama.

Hindari terbiasa menggunakan, “Hey, kamu….” Ataupun memanggil dengan ciri khas negatif, “Kamu yang gondrong, kemari…” bahkan memanggil dengan ejekan, “Kamu yang hitam, kesini…..”

Saya pikir memanggil siswa dengan selain namanya merupakan hal yang tidak etis. Kecuali ketika kita memang benar-benar lupa namanya atau name tag siswa tersebut tak terlihat. Saya yakin, siswa juga akan lebih menghargai guru yang bersedia menghafal nama ataupun panggilan akrabnya. :)

Hal ini juga bisa menambah kedekatan kita terhadap anak tersebut. Mempererat hubungan menjadi semi-formal tapi tetap terhormat sebagai orang tua. ^^



Itulah tadi beberapa pendidikan karakter yang tak terjamah teori, tetapi begitu efektif dalam membangun hubungan sebagai sesama warga sekolah. InsyaAllah, bila setiap orang peduli akan 5 hal ini, pendidikan kita akan berhasil mencetak penerus bangsa yang handal dan berkarakter.
Semoga. Aamiin. ^^



Jumat, 04 November 2016

5 Lagu Romantis Gitar Akustik, Cara Nembak Pacar Paling Asik!


Assalamualaikum,

5 Lagu Romantis Gitar Akustik, Cara Nembak Pacar Paling Asik!


Terkadang kita bingung sendiri kalau sudah bawa gitar dan mau nyanyiin gebetan: Mau nyanyi lagu apa ya?

Nah, sebab itulah kali ini ane mau berbagi beberapa lagu yang bisa membuat gebetan ataupun calon pacar agan semua klepek-klepek. Lagu-lagu Romantis dibawah ini memang ane pilih yang akustik semua, supaya bisa agan praktikkan dengan gitar kesayangan agan. Versi aslinya bisa agan cari sendiri di internet. ^^

Berikut 5 Lagu Romantis Gitar Akustik, Cara Nembak Pacar Paling Asik! Silahkan dinikmati....

When You Love Someone - Endah n Rhesa



Lagu indie paling so sweet yang legendaris. Coba belajar menyanyikan lagu ini dan petik gitarmu dengan penuh perasaan. Dijamin mantep!

Whereever You Are - One OK Rock



Kalau memilih lagu ini, agan harus menjelaskan arti lagunya dulu baru menyanyikannya. Maklum, ada bahasa Jepangnya juga.... Tapi, itulah yang membuat lagu ini manis banget dan bisa membuatnya memperhatikan agan terus. ^^

Hanya Untukmu - Ten2Five



Lagu yang cukup lama, tapi lumayan mudah dan benar-benar enak didengar. Pas untuk mengisi saat santai berdua dengan pasangan.

More Than Words - Extreme



Ini yang paling legendaris! Siapa yang nggak tau More Than Words! Tapi cara memetik gitarnya memang cukup susah. Agan harus belajar keras terlebih dahulu. Tapi jangan khawatir, hasilnya pasti sebanding dengan usaha yang agan lakukan. ^^

Thinking Out Loud - Ed Sheeran



Ini lagu romantis yang lumayan baru. Tetapi kebalikan dengan More Than Words, lagu ini nyanyinya yang susah. xD Range Vocal agan memang harus dicoba dulu, sampai apa enggak. ^^

Kalau bisa, yakinlah lagu ini bakal bikin klepek-klepek kuadrat! Kalau kepengin dan mau belajar nyanyiin lagu ini, silahkan belajar sama saya.... xD



Itulah tadi 5 Lagu Romantis Gitar Akustik, Cara Nembak Pacar Paling Asik! Kalau ada lagu lain yang asik juga tetapi belum masuk daftar, silahkan komen aja gan, di komen box. ^^

Thanks.




Baca Juga: Tes Psikologi Cinta, Tipe Percintaan dan Penjelasannya

                  Awas! 5 Pakaian Ini Dilarang di Beberapa Tempat


Senin, 17 Oktober 2016

Bedanya Jujur AwKarin dan Jujur Para Politisi


Assalamualaikum,

Bedanya Jujur AwKarin dan Jujur Para Politisi


Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), biasanya kata “jujur” akan diobral. Sebagai mantra sakti pemikat hati rakyat, kata “jujur” akan semakin banyak digunakan oleh para calon kepala daerah sebagai semboyan atau jargon mereka. Misalnya semacam: Jujur, Adil, Merakyat! atau Bersih, Jujur, Dapat Diandalkan! atau juga Mendingan Jujur Nakal daripada Baik Munafik!

Eh, bentar. Yang terakhir itu kan punya AwKarin! Gimana sih!

Tapi bila boleh berpendapat, menurut saya jargon AwKarin justru jauh lebih bisa diterima. Lebih konkret dan lebih nyata! Daripada “jujur”-nya para politisi untuk merayu masyarakat. Nah!
Sebab itulah, rasanya kurang fair ketika kita terus mem-bully AwKarin yang dengan teguh memengang prinsipnya. Tetapi justru bersikap kalem-kalem saja pada para calon peserta Pilkada yang belum tentu mengamalkan semboyan “jujur” yang mereka dengung-dengungkan.

Loh, nanti dulu, memangnya AwKarin sudah terbukti mengamalkan sikap jujur?

Beuh, jangan ditanya!

Walaupun AwKarin lebih suka pakai baju dari jaring nelayan (bukan seragam dinas apalagi setelan berdasi), dia sudah terbukti bisa mengamalkan semboyan: “Mendingan Jujur Nakal daripada Baik Munafik” dalam hidupnya.

Maka jangan gumun, kalau anak-anak muda yang sering kita sebut “dedek-dedek gemes” banyak yang senang hati untuk terus mengikuti kehidupan AwKarin. Positive thinking saja, barangkali mereka bukan ingin mengikuti fashion atau gaya post-modernnya. Tetapi karena sudah muak, melihat kemunafikan yang terlampau sering mereka dapati.

Jujur Masa Kini?
Pertama-tama kita lihat dulu dari dunia hiburan Tanah Air. AwKarin semacam menjadi antitesis dari para artis ibu kota, yang membranding diri sebagai “anak baik” hanya saat ingin membintangi film agamis atau cinta-cinta religius. Atau selebritis yang sering menutup-nutupi masalahnya, tetapi justru bikin masalah baru, kalau sudah sepi job dan ingin menaikkan pamornya lagi. Nahlo!

Kalau AwKarin sih, diputusin pacarnya juga tenang-tenang aja diceritakan. Apa aja dibuka (aurat apalagi). Mungkin kalau ada bisul pecah di pantatnya pun, dia juga bisa saja cerita santai sambil ketawa-ketiwi di depan kamera. Benar-benar jujur! Luar biasa bukan?

Bahkan, AwKarin sudah seperti mendobrak kecenderungan artis-artis dunia yang suka oplas-oplos (baca: operasi plastik) di sana-sini. Beda dong, dengan AwKarin. Dia punya tetek segitu doang juga percaya diri aja. Nggak perlu dibentuk lagi jadi bulet atau digede-gedein. Apa adanya, kok!
Belum cukup di situ saja. Dunia politik pun ikut gonjang-ganjing gara-gara semboyan AwKarin ini.

Loh, nggak percaya?

Sekarang coba pikir, mana ada politisi yang bisa “jujur” kecuali kalau sudah kepepet? Tengok Nazaruddin dan para politisi lain yang KPK sebut Justice Collaborator. Mereka jujur mengungkapkan kasus korupsi yang mereka lakukan, karena sudah kepepet!
Apa yang bisa dilakukan? Ya tinggal mencari teman, buat nemenin ngobrol sambil minum kopi di penjara. Kampret kan?

Ada sih yang bisa jujur, tapi nyengit atau nyebelin. Misalnya Anas Urbaningrum yang dulu berkata, “Kalau saya korupsi satu rupiah saja, gantung saya di Monas!”
Dan ternyata dia jujur: korupsinya banyak, bukan cuma satu rupiah. Syahdan, dia tak jadi digantung di Monas. As* tenan...

Sebab itulah, kalau ada politisi yang meniru jargon AwKarin, saya yakin dia pasti menang besar! Elektabilitasnya melejit! Walaupun dia jujur nakal.

Misalnya, politisi tersebut berkata, “Jujur saja! Saya nggak bisa menjamin kalau saya nanti tidak korupsi! Lha wong untuk nyalon begini thok saja, saya dipinjami duit partai sampai miliaran kok. Ya harus diganti lewat proyek-proyek kalau sudah terpilih nanti. Tapi tenang saja, saya tidak akan makan harta haram untuk anak-istri. Makanya, pilih saya!”

Nah, kalau ada yang bilang begitu, malah saya pilih! Benar-benar jujur dan apa adanya. Salut saya!


Bahkan kalau saya jadi Megawati, saya akan langsung mengusung AwKarin jadi cagub tanpa basa-basi. Saya membayangkan saat AwKarin bersama calon-calon lain berdebat. Ketika calon-calon lain hanya membicarakan kebaikan dan citra diri, dia hanya tersenyum kecut sembari berkata: Kalian semua suci, aku penuh dosah!


Kamis, 11 Agustus 2016

Opini Saya di Tribun Jateng (23 Juni 2016)


Assalamualaikum,

Opini Aziz Rahardyandi Tribun Jateng (23 Juni 2016)


Akhirnya masuk koran lagi. ^^

Ya, kali ini saya membahas perihal demonstrasi di Unnes, kampus saya. Tulisan ini merupakan janji saya terhadap seorang teman aktivis yang ingin kegiatan demonya diabadikan dalam sebuah tulisan. Selain itu, tentu secara pribadi saya juga mengapresiasi para mahasiswa yang melaksanakan demo dengan begitu hikmat.

Benar-benar tak ada kerusuhan, tak ada rumput dan tanaman yang rusak, bahkan satupun sampah yang tersisa di akhir demo. Benar-benar mencerminkan semboyan utama kampus mereka: kampus konservasi.

Sebab itulah, saya ingin mencoba mengingatkan kembali pada generasi muda. Jangan sampai emosi dan energi yang kalian keluarkan itu jadi berdampak negatif. Ini lho, mahasiswa Unnes saja bisa. ^^

Yah, pokoknya silahkan baca selengkapnya saja di sini >> Demonstrasi Tanpa Rusuh

Selamat membaca. Silahkan pertanyaan, komen atau berikan tanggapan teman-teman terhadap tulisan ini. Atau bahkan kalau ingin diberitahu tips-tips seputar dunia penulisan, kita bisa sharing dan saling berbagi pengalaman, lho. ^^

Selamat menikmati dan terima kasih yaw. :)


Jumat, 05 Agustus 2016

Cinta Indonesia, Cinta Komodo!


Assalamualaikum,

Cinta Indonesia, Cinta Komodo!
Komodo - taken from Amazing Place from Our Planet - Youtube

Tanggal 17 Agustus nanti Indonesia mau berulang tahun. Nah, sebagai blogger yang baik, tentu saja saya harus memposting sesuatu untuk menyambut hari kemerdekaan Indonesia di blog ini.

Tetapi membaca judul di atas, pastilah teman-teman menganggap saya ini orang aneh. "Menyambut hari kemerdekaan harusnya menambah kecintaan kita pada para pahlawan, bro. Ini kok malah cinta-cintaan sama Komodo!"

Loh, jangan salah, gan. Kita semua tau, Komodo berjasa mengantarkan Indonesia masuk dalam jajaran 7 Wonders of Nature! (Tujuh Keajaiban Dunia versi Alam)

Jadi, justru Komodo inilah pahlawan bagi bangsa Indonesia di masa kini. Coba bayangkan, Komodo cuma ada di Indonesia! So, bila bukan kita (manusia Indonesia -red) yang menjaga dan ikut berperan melestarikan Komodo, lalu siapa? (^_^)

***

Cinta Indonesia, Cinta Komodo!
Peresmian Komodo oleh New7Wonders dan Presiden SBY - taken from New7Wonders - Youtube

Bahkan menurut saya, jangan sampai orang Indonesia justru lebih bangga berkunjung ke tempat-tempat di luar negeri, tetapi menutup mata pada keindahan eksotisme alam khas Tanah Air. Bahkan, lupa pada pahlawan kita, sang Komodo! :(

Nah, untuk itulah sebagai blogger yang baik bagi nusa dan bangsa (halah), saya ingin mengajak kawan-kawan semua untuk kesana. Serius! Saya sebenarnya ngebet banget pengen kesana sejak dulu, tapi apa daya, kantong tak sampai. xD

Jadi mumpung ada tawaran tiket pesawat gratis dari Airpaz.com, saya ingin mengapresiasi sekaligus memperkenalkan lebih dalam perihal pahlawan kita, sang Komodo ini kepada teman-teman semua. :)

Mau tau apa aja yang pengen saya lakuin di sana? Nih, beberapa diantaranya:


Upacara Bersama Komodo


Cinta Indonesia, Cinta Komodo!
Siaaaap gerak! - edited from travel.kompas.com - Kompas/Yuniadhi Agung

Apalagi hal yang identik dengan menyambut kemerdekaan selain upacara? Yup, sebab itulah, saya mau mengajak Komodo-komodo yang juga warga asli Indonesia untuk ikut upacara. xD

Penasaran kan gimana reaksi mereka kalau diajak hormat bendera? Tenang, saya siap kok jadi komandan upacaranya. Masak Komodo berani makan komandan? xD

Memberikan Komodo Medali Penghargaan


Cinta Indonesia, Cinta Komodo!
Pahlawan Komodo xD - edited from BBC Earth - Youtube

Nah, kalau yang ini sebagai simbol apresiasi untuk para Komodo yang telah berjuang mengharumkan nama Indonesia. Saya mengalungkan medali ke leher Komodo walaupun menakutkan (takut digigit cuy xD ).

Sebab salah satu founder New 7 Wonders saja mengatakan,

"If we want to save anything, we first need to truly appreciate it,"

Quote dari Bernard Weber ini bisa jadi pelajaran untuk kita semua: bila kita ingin menjaga sesuatu apapun itu, pertama-tama kita harus benar-benar mengapresiasinya.

Bukan hanya Komodo, tetapi budaya, kesenian tradisional, tempat rekreasi, dll. Mengapresiasi semampu kita, merupakan langkah awal untuk menjaga hal tersebut dari kepunahan. Juga melindungi dari klaim negara lain yang mengaku-ngakui sebagai miliknya. :)

Mengunjungi Pesona Alam Rumah Komodo


Cinta Indonesia, Cinta Komodo!
Pesona Alam pulau Komodo -  taken from Amazing Place from Our Planet - Youtube

Sangat merugi bila kita mengunjungi rumah seseorang tanpa melihat isi rumahnya. Apalagi kalau ke rumah Komodo dan tidak sekalian menjelajahi Pulau Rinca dan Pulau Komodo terutama Pink Beachnya, rugilah kita. ^^

Pulau Komodo memang menawarkan eksotisme pesona alam yang berbeda dengan pulau-pulau lain di Indonesia. Ada Pink Beach, menawarkan keanekaragaman bawah laut yang masih alami dan pasir pantai putih kemerahan yang sangat lembut. Alhasil, sudah pastilah kita betah dan tak ingin pulang. Kecuali tiba-tiba ada Komodo lapar yang muncul. xD

Sedangkan di Pulau Rinca, selain bisa melihat dan berfoto dengan Komodo yang jumlahnya lebih banyak, pemandangan atas bukit Pulau Rinca sangatlah istimewa. Pasti nggak nyangka banget di tempat tinggal hewan-hewan buas yang liar seperti Komodo ada tempat seindah Pulau Rinca. ^^

Jangan lupa juga membeli souvenir dari sana ya teman. Sebab, selain harganya yang lebih murah, secara tidak langsung kita juga telah membantu meningkatkan harkat hidup penduduk setempat. Ya, itung-itung membantu mereka mendapat penghasilan saat tidak bisa melaut. :)

Ayo Buruan Terbang Kesana!


Tuh kan, saya bilang juga apa? Sekali tau, teman-teman pasti tambah penasaran dan ingin pergi ke sana.

Nah, tapi caranya gimana ya? Mahal nggak ya? :O

Tenang, semua pertanyaan teman-teman akan terjawab bila mengikuti aba-aba dari saya. Pertama, open new tab di browser teman-teman, tepat di samping jendela artikel ini. :D

Setelah itu ketik Airpaz.com kemudian pilih kota tempat teman-teman berangkat. Setelah itu, tentu saja pilih tujuan ke Labuan Bajo! Bandara terdekat untuk menuju ke rumah para Komodo. ;) Dari sana, kita bisa memilih paket wisata langsung kepada para pemilik kapal. Lebih terjangkau, loh!

Biasanya maskapai yang sering bolak-balik ke Labuan Bajo adalah Wings Air. Soal harga, tenang saja. Airpaz.com bukan hanya menawarkan kemudahan, tetapi juga harga terjangkau, gan!

Cinta Indonesia, Cinta Komodo!
Airpaz.com


Eh, sebelum itu kali aja teman-teman sedang beruntung, maka klik dulu tab Promo di website Airpaz.com. Kalo ada penerbangan promo yang memang agan butuhkan, maka nggak usah pake pikir-pikir lagi. Langsung klik dan berangkat! :)

Cinta Indonesia, Cinta Komodo!
Wow, diskon 56 persen!!!


Nah, tuh. Tunggu apa lagi teman, ayo pergi ke Pulau Komodo. Mari ikut mengapresiasi pesona alam khas Tanah Air. Aku cinta Indonesia, aku cinta Komodoooooo. ;)





#Airpaz #AkuCintaIndonesia

sealkazzsoftware.blogspot.com resepkuekeringku.com